Menbud Fadli Harap Karya Sastra Klasik Diadaptasi ke Film
- 03 Jul 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli berharap karya sastra klasik Indonesia semakin banyak dikembangkan menjadi film, teater, dan drama musikal untuk memperkuat industri kreatif.
- Kementerian Kebudayaan telah meluncurkan enam buku terjemahan sastra klasik berbahasa Inggris, dengan proses penerjemahan selama satu tahun melalui Laboratorium Penerjemahan Sastra.
- Novel 'Jalan Tak Ada Ujung' karya Mochtar Lubis yang diadaptasi menjadi film 'Perang Kota' menjadi contoh keberhasilan pengembangan sastra ke medium audiovisual, melalui produksi kolaborasi tujuh negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon berharap karya sastra klasik Indonesia dapat dikembangkan ke dalam bentuk film. Hal itu dillakukan agar dapat memperluas pemanfaatan karya sastra dalam industri kreatif nasional.
Ia mencontohkan karya sastra klasik Mochtar Lubis berjudul Jalan Tak Ada Ujung berhasil diadaptasi menjadi film 'Perang Kota'. Ia menyebut sejumlah karya sastra klasik lainnya juga telah berhasil diangkat menjadi karya layar lebar di Indonesia.
"Mudah-mudahan karya sastra klasik bisa dihilirisasi dalam bentuk teater, film, atau drama musikal. Seperti tahun lalu film Perang Kota yang diangkat dari novel Mochtar Lubis, Jalan Tak Ada Ujung," katanya kepada wartawan usai menghadiri acara Sasana: Membaca Klasik Indonesia, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menambahkan, banyak karya sastra klasik Indonesia yang berpotensi untuk terus diadaptasi ke berbagai bentuk pertunjukan seni. Hal tersebut dinilai dapat memperkuat eksistensi sastra di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan bersama Manajemen Talenta Nasional meluncurkan enam buku terjemahan sastra klasik Indonesia kedalam bahasa Inggris. Peluncuran tersebut, menjadi sebuah langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan sastra Indonesia di kancah internasional.
Dalam proses penerjemahan, tim yang tergabung dalam Laboratorium Penerjemahan Sastra menyelesaikan penerjemahan karya selama satu tahun penuh. Seluruh tahapan dilakukan secara bertahap untuk memastikan ketepatan bahasa, makna, serta kualitas setiap naskah yang diterjemahkan.
Ia berharap program hilirisasi sastra dapat dilanjutkan secara berkelanjutan setiap tahun. Ia juga menginginkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Sastra Indonesia.
"Jadi sastra ini kita harapkan akan kita lanjutkan setiap tahunnya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian dari peringatan Hari Sastra Indonesia," ujarnya.
Karya sastrawan Mochtar Lubis yang telah diadaptasi menjadi film menjadi contoh pengembangan sastra Indonesia ke medium audiovisual. Adaptasi tersebut memperlihatkan potensi karya sastra nasional menjangkau masyarakat luas melalui penyajian cerita dalam format yang berbeda.
Sutradara Mouly Surya bercerita saat gagasan film Perang Kota (2025) muncul dari rak bukunya yang lama tak tersentuh. Buku karya Mochtar Lubis berjudul Jalan Tak Ada Ujung rilisan 1952 itu telah lama tersimpan tanpa sempat dibaca.
"Sudah lama, ada di rak buku, tidak dibaca-baca. Saat mulai membaca, entah kenapa saya seperti melihat semacam gambar di kepala saya," ucapnya.
Dalam novel yang berlatar Jakarta pada masa kolonial pascakemerdekaan pada 1946 itu, ia menemukan potensi sinematik yang kuat. Hingga kemudian, ia pun segera merekomendasikannya kepada sang suami sekaligus produser, Rama Adi.
Seiring berjalannya waktu, proses kreatif film tersebut dimulai pada tahun 2018 dan selesai pada tahun 2024. Ia mengatakan lamanya pembuatan film disebabkan karena adanya proses produksi lintas negara yang kompleks.
"Film ini melibatkan koproduksi dari tujuh negara. Yaitu Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina dan Kamboja," ucapnya, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....