Kemenbud Luncurkan Enam Buku Sastra Klasik Indonesia dalam Bahasa Asing
- 02 Jul 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kebudayaan bersama Manajemen Talenta Nasional meluncurkan enam buku terjemahan sastra klasik Indonesia bertepatan dengan Hari Sastra Indonesia ke-13.
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan penerjemahan sastra menjadi bagian pemajuan kebudayaan sekaligus instrumen diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
- Proses penerjemahan berlangsung selama satu tahun melalui Laboratorium Penerjemah Sastra dengan melibatkan para ahli untuk menjaga kualitas terjemahan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) meluncurkan enam buah buku terjemahan sastra klasik Indonesia. Peluncuran tersebut, menjadi sebuah langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan sastra nasional di kancah internasional.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan penerjemahan sastra klasik menunjukkan komitmen pemerintah menjadikan sastra sebagai pilar penting pemajuan kebudayaan. Menurutnya, langkah tersebut juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui penyebarluasan karya sastra kepada pembaca di berbagai negara dunia.
"Melalui penerjemahan karya klasik sastra Indonesia, kami menegaskan komitmen menjadikan sastra sebagai pilar pemajuan kebudayaan sekaligus diplomasi budaya. Ketika karya-karya sastra Indonesia dibaca masyarakat dunia, yang hadir bukan hanya sebuah buku, melainkan juga wajah Indonesia," katanya saat menghadiri Sasana: Membaca Klasik Indonesia, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa masa depan sastra Indonesia ditentukan oleh kemampuan masyarakat Indonesia dalam merawat warisan sastra. Sekaligus juga melahirkan karya-karya baru yang berkualitas.
Baginya, pelestarian karya terbaik menjadi bagian penting menjaga perjalanan sastra, kebudayaan, dan identitas bangsa Indonesia. "Saya percaya masa depan sastra Indonesia juga ditentukan oleh kemampuan kita merawat selain tentu penciptaan karya-karya baru," ujarnya.
" Kita ingin karya-karya Indonesia hadir di setiap perbincangan publik secara luas. Dapat berbagi gagasan, imajinasi, nilai-nilai kemanusiaan antarabangsa dan mendukung kerja perkuatan ekosistem sastra," ujarnya lagi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan proses penerjemahan enam karya sastra klasik Indonesia berlangsung selama satu tahun penuh. Penerjemahan tersebut dikerjakan para ahli melalui Laboratorium Penerjemah Sastra untuk menjaga kualitas, akurasi, serta makna setiap karya.
Sementara itu, peluncuran enam buah buku sastra klasik Indonesia terjadi tepat pada Hari Sastra Indonesia yang ke-13. Demikian disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis.
Ia mengatakan peringatan Hari Sastra Indonesia menjadi kesempatan menghidupkan kembali semangat membaca karya-karya sastra para pendahulu bangsa Indonesia. Menurutnya, warisan sastra memberikan pijakan penting bagi masyarakat dalam memahami perkembangan kebudayaan sekaligus menatap masa depan sastra Indonesia.
"Menurut saya, salah satu cara terbaik memperingati Hari Sastra Indonesia adalah kembali membaca warisan sastra para pendahulu bangsa. Warisan tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan pijakan memahami perjalanan sekaligus menavigasi perkembangan sastra Indonesia pada masa depan," ujarnya.
Daftar Enam Karya Sastra Klasik yang Diterjemahkan oleh MTN Seni Budaya Kementerian Kebudayaan
1. Of Pain and Sorrow (Azab dan Sengsara) karya Merari Siregar
2. Two Worlds (Dua Dunia/Keajaiban di Pasar Senen) karya NH Dini
3. To Lose a Treasure (Kehilangan Mestika) karya Hamidah
4. Barren Land (Tanah Gersang) karya Mochtar Lubis
5. A Green Paper Letter (Surat Kertas Hijau) karya Sitor Situmorang
6. Ballad of The Beloved People (Balada Orang-Orang Tercinta) karya W.S. Rendra
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....