Enam Karya Sastra Klasik Indonesia Siap Tampil di Abu Dhabi Book Fair 2026
- 03 Jul 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kebudayaan akan membawa enam karya sastra klasik Indonesia terjemahan bahasa Inggris ke Abu Dhabi International Book Fair 2026 sebagai upaya memperkenalkan sastra Indonesia di tingkat global.
- Enam karya tersebut diterjemahkan melalui Laboratorium Penerjemah Sastra Manajemen Talenta Nasional untuk memperkuat ekosistem sastra dan mencetak penerjemah serta promotor sastra.
- Indonesia mendapat kehormatan sebagai Guest of Honor pada Abu Dhabi International Book Fair 2026, didukung program penguatan komunitas sastra dan Translation Funding Program (TFP) bagi penerbit asing.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan akan membawa enam karya sastra klasik Indonesia terjemahan bahasa Inggris ke Abu Dhabi International Book-Fair 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas promosi sastra Indonesia di tingkat internasional melalui penerbitan karya terjemahan.
Enam karya sastra klasik tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris melalui Laboratorium Penerjemah Sastra dari Manajemen Talenta Nasional. Program itu diharapkan memperkuat ekosistem sastra sekaligus membuka akses karya Indonesia kepada pembaca mancanegara.
"Kita akan membawa karya klasik Indonesia dalam bahasa Inggris ini ke Internasional Book di Abu Dhabi pada akhir tahun 2026. Sastra kita sangat luar biasa, mereka merupakan bagian dari objek pemajuan kebudayaan," kata Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon kepada wartawan usai menghadiri acara Sasana: Membaca Klasik Indonesia, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menegaskan peluncuran karya terjemahan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan sastra nasional di tingkat internasional. Upaya tersebut juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi budaya melalui karya sastra berkualitas.
Kemenbud juga mendorong lahirnya penerjemah muda melalui Laboratorium Penerjemah Sastra yang berkelanjutan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas penerjemahan sastra sekaligus memperluas jejaring promotor sastra Indonesia.
"Ini ada bagian penting dari ekosistem itu. Mendukung kiprah penulis di festival internasional. Serta memberikan translation funding program, TFP, untuk penerbit asing yang membeli hak cipta karya sastra Indonesia," ujarnya.
Stafsus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, mengatakan penguatan sastra merupakan amanat peraturan perundang-undangan. Karena itu, penerjemahan karya sastra klasik menjadi bagian dari strategi besar pengembangan ekosistem sastra Indonesia.
Menurutnya, penguatan ekosistem dilakukan melalui pembinaan komunitas, festival sastra, laboratorium penerjemah, serta promotor sastra Indonesia. Ia menambahkan Indonesia juga mendapat kehormatan sebagai Guest of Honor pada Abu Dhabi International Book Fair 2026.
"Penguatan ekosistem sastra yang lain Dimulai dari penguatan komunitas dan festival sastra, lab penerjemah dan promotor sastra. Tahun ini sebuah kebanggaan kita mendapatkan kepercayaan untuk menjadi guest of honor di Abu Dhabi Book Fair Internasional," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....