Menbud Fadli Nilai Kemajuan Teknologi Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat
- 25 Jun 2026 13:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menilai perkembangan teknologi dan platform digital membuka peluang lebih besar untuk pelestarian cerita rakyat Indonesia.
- Cerita rakyat kini dapat dikembangkan menjadi berbagai format, seperti film, film pendek, TikTok, Instagram, dan pertunjukan kreatif.
- Psikolog Viska Erma Mustika menyebut mendengarkan dongeng dapat meningkatkan literasi, kosa kata, imajinasi, serta mengaktifkan berbagai fungsi otak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menilai perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi pelestarian cerita rakyat Indonesia. Menurutnya, kemajuan platform digital membuat ruang ekspresi dan penyebaran cerita semakin luas saat ini.
Ia menjelaskan kegiatan bercerita kini tidak lagi terbatas pada penyampaian lisan seperti masa sebelumnya. Berbagai media digital memungkinkan cerita rakyat dikembangkan melalui format yang lebih menarik dan beragam.
"Menurut saya akan semakin banyak platform, kalau dulu bercerita itu benar-benar hanya suara. Sekarang bisa dengan media, layar, background, kemudian juga bisa diterjemahkan dalam bentuk yang lain," katanya saat ditemui wartawan usai acara Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, cerita rakyat dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk karya yang mudah diakses masyarakat luas. Bentuk tersebut mencakup film, film pendek, konten media sosial, hingga berbagai pertunjukan berbasis teknologi digital.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dinilai memberikan kemudahan bagi para kreator dalam mengembangkan karya budaya. Kondisi tersebut membuat aktivitas mendongeng semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat pada era digital saat ini.
"Cerita rakyat dapat dikembangkan menjadi film, film pendek, maupun konten digital yang menarik masyarakat. Jadi semakin kaya dan semakin terbuka untuk berekspresi," ujarnya.
Ia mengatakan platform seperti TikTok dan Instagram membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda berkarya. Kehadiran media tersebut memungkinkan cerita rakyat menjangkau audiens yang lebih luas lintas usia dan daerah.
Menurutnya, kualitas penyajian yang dirancang secara profesional akan meningkatkan daya tarik kegiatan mendongeng bagi masyarakat. Dengan pengemasan yang baik, mendongeng dapat berkembang menjadi pertunjukan kreatif yang diminati berbagai kalangan.
Ia menilai perkembangan tersebut menjadi ruang yang sangat baik untuk mengangkat kembali kekayaan cerita rakyat Indonesia. Berbagai kisah daerah dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih modern dan inovatif.
"Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akan membuat bercerita atau mendongeng itu semakin menarik. Apalagi kalau dirancang dengan baik, itu akan menjadi satu pertunjukan tersendiri," katanya.
Selain mendukung pelestarian budaya, pemanfaatan teknologi juga dinilai memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi budaya nasional. Pelaku kreatif berpeluang memperoleh nilai ekonomi melalui karya berbasis cerita rakyat yang dikembangkan.
Sementara itu, industri budaya juga dapat tumbuh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap konten yang mengangkat kekayaan lokal. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu terus didorong untuk memperkuat ekosistem budaya Indonesia ke depan.
Sementara itu, kemajuan teknologi tidak menghentikan perkembangan tradisi lisan (dongeng) ditengah masyarakat Indonesia. Artinya, masih ada para pegiat dongeng yang berikhtiar serius dan terus melestarikan budaya cerita bertutur.
Psikolog Viska Erma Mustika, mengatakan bahwa secara kognitif mendengarkan dongeng dapat meningkatkan literasi. Tidak hanya itu, mendongeng juga menambah kosa kata bahasa, dan membangun daya imajinasi.
"Secara neuropsikologi, mendengarkan cerita membuat semua bagian lobus otak aktif. Baik itu lobus frontal (aktivitas gerak, kognitif, atensi, dan bahasa)," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....