Menkomdigi: 5 Platform Medsos Banyak Ditemukan Spam Komentar Promosi Judol
- 30 Jun 2026 21:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatatkan 5 platform media sosial (medsos) banyak disusupi spam komentar promosi judol
- Menteri Komdigi (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, platform TikTok menjadi yang paling banyak ditemukan spam komentar promosi judol
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkkmdigi), mencatatkan sebaran spam komentar promosi judi online (judol) di berbagai platform media sosial (medsos). Hal itu diungkapkan Menteri Komdigi (Menkomdigi), Meutya Hafid.
Berdasarkan catatan itu Menkomdigi mengatakan, terdapat lima platform yang kerap disusupin spam komentar promosi judol. Hal ini menunjukan, bahwa sasaran spam komentar promosi judi online, tidak hanya ditujukan kepada satu platform digital.
"Yang paling banyak adalah di lima platform media sosial. Kalau kita lihat, modus ini menyeluruh menyasar berbagai platform, tidak hanya kepada satu platform," kata Meutya dalam konferensi pers, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Lebih lanjut Menkomdigi menjelaskan, dari kelima platform medsos tersebut, TikTok menjadi yang terbanyak ditemukan spam komentar promosi judol. Ia menuturkan, tingkat penyusupan spam komentar promosi judol di platform itu mencapai lebih dari 30 persen.
Setelah TikTok, Meutya menyebut bahwa platform dibawah naungan META juga ditemukan spam komentar promosi judol terbanyak. Dirincikannya, sebaran spam komentar promosi judol di META, ditemukan pada platform Facebook dan Instagram.
"Terutama di TikTok tercatat 35 persen, Facebook 28 persen, Instagram 22 persen. YouTube 10 persen, dan X (Twitter) 5 persen," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Dirjen PRD) Kemkomdigi, Alexander Sabar mengungkapkan, spam komentar promosi judol mengalami peningkatan. Ia menuturkan lonjakan spam komentar promosi judol tersebut, melebih 100 persen.
"Berdasarkan hasil pemantauan, selama dua minggu terakhir terjadi lonjakan sekitar 128% dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari sampai Juni 2026," katanya.
Bahkan ia menyebut, peningkatan ini terjadi dalam dua pekan, di bulan Juni 2026. Hal ini dijelaskannya, beriringan pula dengan perhelatan Piala Dunia FIFA 2026.
"Fenomena ini juga berkorelasi dengan dimulainya Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni. Dimanfaatkan pelaku, untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga," imbuh Alexander.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....