Menkomdigi Pastikan META Bentuk Tim Khusus Atasi Spam Komentar Promosi Judol

  • 30 Jun 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementarian Komunikasi dan DIgital (Kemkomdigi) akan membentuk tim khusus menindak lanjuti spam komentar promosi judi online di platform digital
  • Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, platform META sepakat membentuk tim khusus dalam pemberantasan spam komentar promosi judi online (judol)

RRI.CO.Id, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), telah melakukan petemuan dengan platform digital META. Menteri Komdigi (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan pertemuan ini, untuk membahas tindak lanjut spam komentar promosi judi online (judol).

Hal ini sebagai tindak lanjut, ditemukannya spam komentar promosi judol yang banyak di temukan pada lini platform META. Sehingga dalam pertemuan itu, kata Meutya, META menyepakati dibentuknya tim khusus dalam menindaklanjuti temuan tersebut.

"Kita telah menyepakati untuk juga membentuk sebuah tim bersama dalam mengatasi permasalahan judi online di platform. Terutama yang belakangan ini banyak masukan kepada kami, yaitu spam di komentar," kata Meutya dalam konferensi persnya di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia mengatakan, tugas tim tersebut untuk melakukan penindakan terhadap spam komentar promosi judol yang beredar di fitur kolom komentar. Promosi judol dalam kolom komentar itu, ditemukan Kemkomdigi pada platform media sosial (medsos) Facebook, dan Instagram.

"Khususnya dalam bentuk modus terbarunya adalah komentar-komentar spam di akun-akun masyarakat. Dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online," ujar Meutya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Dirjen PRD) Kemkomdigi, Alexander Sabar mengatakan, terjadi peningkatan aktivitas judol secara signifikan. Bahkan peningkatan yang terjadi akibat spam komentar ini meroket 128 persen, dalam kurun dua pekan.

"Berdasarkan hasil pemantauan, selama dua minggu terakhir terjadi lonjakan sekitar 128 persen dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari sampai Juni 2026. Adanya peningkatan signifikan penyebaran komentar spam yang mempromosikan judi online pada sejumlah akun media sosial dari berbagai platform," kata Alexander.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....