Komentar Promosi Judol, Kemkomdigi: Terbanyak di Platform META

  • 30 Jun 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), mencatatkan tiga platform digital kerap disusupi komentar promosi judi online (judol)
  • Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Dirjen PRD), Alexander Sabar mengatakan, penyebaran komentar promosi judol terbanyak di platform META
  • Kemkomdigi meminta platform digital memperketat pengawasan penyebaran promosi judol di fitur kolom komentar

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat, sebanyak tiga platform media sosial yang banyak disusupi promosi judi online (judol). Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Dirjen PRD), Alexander Sabar.

Ia mengatakan, penyusupan promosi judol itu, dilakukan melalui kolom komentar. Dikatakannya, promosi judi online dalam kolom komentar itu, paling banyak ditemukan di platform medsos di bawah naungan META.

"Menurut pantauan kami, komentar promosi judi online tersebut paling banyak tersebar di platform yang dinaungi oleh META. Di antaranya Instagram, dan Facebook," kata Alexander dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Selain kedua platform di bawah naungan META, Kemkomdigi diungkapkannya juga menemukan promosi judol pada platform X (Twitter). Bahkan tidak hanya itu, aktivitas mempromosikan judol dalam kolom komentar juga terdapat di sejumlah platform berbasis video stream.

Melihat masifnya penyusupan promosi judol melalui fitur interaksi kolom komentar, Kemkomdigi ditegaskannya akan berkoordinasi dengan sejumlah platform. Alexander meminta seluruh platform memperketat pengawasan, untuk menekan aktivitas judol melalui penyusupan promosi.

"Kami berencanakan akan segera bertemu perwakilan META untuk menindaklanjuti hal ini. Khusus bagi platform lainnya, kami imbau untuk terus memperketat pengawasan judi online di platform digital masing-masing," ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen PRD juga mencatat aktivitas judol mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bahkan diungkapkannya, dalam kurun dua pekan terakhir, penyebaran promosi itu mengakibatkan aktivitas judol meningkat hingga 100 persen lebih.

"Berdasarkan hasil pemantauan, selama dua minggu terakhir terjadi lonjakan sekitar 128 persen dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari sampai Juni 2026. Adanya peningkatan signifikan penyebaran komentar spam yang mempromosikan judi online pada sejumlah akun media sosial dari berbagai platform," ujar Alexander.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....