Indonesia Tawarkan Ekspor Beras ke Singapura
- 29 Jun 2026 22:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura
- Kerja sama pangan juga mencakup ayam, telur, minyak sawit, kelapa, serta pertukaran teknologi pertanian
- Indonesia memiliki stok Cadangan Beras Pemerintah sekitar 5,1 juta ton yang mendukung peluang ekspor
- Singapura menyambut baik usulan ekspor beras dan peluang kolaborasi pangan dengan Indonesia
- Nilai perdagangan bilateral komoditas pertanian Indonesia-Singapura pada 2025 mencapai sekitar 849,6 juta dolar AS
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor sedikitnya 10 ribu ton beras ke Singapura. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama pangan kedua negara yang didukung stok beras nasional mencapai sekitar 5,1 juta ton.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Mentan Amran dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin 29 Juni 2026.
Amran mengatakan kerja sama tidak hanya mencakup beras. Indonesia juga menawarkan peningkatan ekspor ayam, telur, minyak sawit, kelapa, serta memperkuat pertukaran teknologi dan inovasi pertanian.
"Kami mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras dari Indonesia ke Singapura. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kerja sama untuk komoditas ayam, telur, minyak sawit, serta memperkuat pertukaran teknologi pertanian," kata Amran.
Menurutnya, peluang ekspor didukung kondisi cadangan beras nasional yang sangat kuat. Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai sekitar 5,1 juta ton, sementara kapasitas gudang Bulog hanya sekitar 3 juta ton sehingga sebagian stok disimpan di gudang sewa.
"Hari ini stok beras kita mencapai sekitar 5,1 juta ton. Insya Allah Indonesia siap mengekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura," ucapnya.
Amran menjelaskan pembahasan kerja sama akan dilanjutkan secara lebih rinci. Pemerintah juga akan membahas kebutuhan komoditas pangan lain yang diperlukan Singapura.
"Kita akan membahas lebih detail pada tahap berikutnya. Indonesia siap mendukung kebutuhan pangan Singapura," katanya.
Ia menambahkan ekspor beras ke Singapura sebenarnya telah berlangsung melalui pelaku usaha swasta. Namun, skema yang sedang dijajaki kali ini melibatkan badan usaha milik negara Indonesia dengan mitra swasta di Singapura untuk memperluas perdagangan pangan.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengapresiasi kemajuan sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, peningkatan produktivitas tersebut didorong investasi pada riset, teknologi, benih unggul, dan mekanisasi pertanian.
"Saya mendapat penjelasan yang sangat baik mengenai perkembangan sektor pertanian Indonesia. Peningkatan hasil panen dan produktivitas yang dicapai sangat mengesankan," ucap Grace Fu.
Ia mengatakan Singapura masih mengimpor sebagian besar kebutuhan pangannya sehingga peluang peningkatan ekspor dari Indonesia sangat terbuka. Pemerintah Singapura juga menyambut baik usulan ekspor 10 ribu ton beras tersebut.
"Potensi ekspor pangan dari Indonesia merupakan peluang kolaborasi yang sangat baik. Kami menyambut baik untuk mengeksplorasi lebih lanjut usulan ekspor 10 ribu ton beras," katanya.
Pada 2025, nilai perdagangan bilateral komoditas pertanian Indonesia dan Singapura mencapai sekitar 849,6 juta dolar Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, ekspor produk pertanian Indonesia mencapai 482,9 juta dolar AS, sedangkan impor dari Singapura sebesar 366,7 juta dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....