Ketua Banggar DPR RI: Kesalahan MBG agar Tidak Terulang pada Kopdes Merah Puth
- 30 Jun 2026 05:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah diminta mempersiapkan program Kopdes Merah Putih dengan matang sejak awal.
- Sehingga kesalahan yang terjadi dalam program MBG tidak terulang di program Kopdes Merah Putih.
RRI.CO.ID, Jakarta- Ketua Badan Anggaran DPR RI mengingatkan agar Pemerintah tidak mengulangi kesalahan dalam menjalankan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kesalahan yang dimaksud adalah apa yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah, Senin 29 Juni 2026. Ia meminta program ini dipersiapkan matang agar kesalahan program MBG tidak terulang di Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, dengan persiapan yang matang maka tujuan yang ingin dicapai program tersebut tidak bernasib seperti program MBG. Said melihat bahwa program Kopdes Merah Putih belum sepenuhnya matang.
“Mulai sekarang, mumpung masih awal, jangan sampai terjadi seperti tata kelola Badan Gizi Nasional. Tata kelola Koperasi Desa Merah Putih harus betul-betul dipersiapkan dengan matang," katanya, Senin, 29 Juni 2026.
Said juga mengungkapkan, Laporan Panja Transfer ke Daerah (TKD) mencatat adanya risiko gagal bayar implementasi Kopdes Merah Putih. Ini akan berpotensi menyedot kapasitas Dana Desa dan mengganggu pembangunan desa.
"Panja merekomendasikan penyiapan kebijakan mitigasi risiko yang memadai. Sehingga Dana Desa tidak tersedot untuk menutup risiko tersebut," katanya.
Koperasi Desa atau Koperasi Kelurahan Merah Putih adalah salah satu program utama Pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program utama yang lain adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kopdes Merah putih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa/ kelurahan melalui sistem koperasi/ gotong royong. Hal ini juga untuk melaksanakan amanah UUD 1945 pasal 33 tentang koperasi.
Program Kopdes Merah Putih saat ini sudah dimulai dengan pembentukan badan hukum koperasi, pembangunan gedung koperasi. Calon kepala atau manajer koperasi saat ini sedang menjalani pelatihan dasar militer (Latsarmil) selama 45 hari.
Latsarmil calon manajer koperasi dilakukan di 67 satuan militer di seluruh tanah air. Dalam latsarmil itu dikabarkan 5 orang telah meninggal dunia karena kelelahan.
Pendanaan awal Kopdes Merah Putih dilakukan melalui sisa anggaran lebih (SAL APBN). Sal APBN selama ini disimpan di bank milik pemerintah (Himbara).
Dalam pelaksanaanya Himbara menyalurkan modal kepada Kopdes Merah Putih. Setiap koperasi dapat mengajukan pinjaman modal Rp3 miliar dengan bunga 6%.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....