Mentan Tantang Kampus Perkuat Inovasi Pertanian
- 29 Jun 2026 09:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Andi Amran Sulaiman menantang perguruan tinggi memperkuat inovasi pertanian yang siap diterapkan
- Hasil riset kampus didorong tidak berhenti di laboratorium, tetapi dihilirkan untuk petani
- Kolaborasi Kementan dan perguruan tinggi mencakup benih unggul, alsintan, peternakan, hingga teknologi pascapanen
- Kementan menilai inovasi menjadi kunci mewujudkan Indonesia sebagai superpower pangan
- Kemendiktisaintek mendukung inventarisasi riset kampus untuk dihilirkan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menantang perguruan tinggi menciptakan inovasi pertanian yang siap diterapkan. Inovasi dinilainya menjadi kunci menjadikan Indonesia superpower pangan.
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026. Forum yang diikuti lebih dari 2.600 peserta tersebut dihadiri rektor, dosen, ilmuwan, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.
"Insya Allah, kita akan berkolaborasi ke depan. Kita akan tingkatkan kolaborasi yang selama ini sudah dibangun," kata Amran di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Amran, hasil riset kampus tidak boleh berhenti di laboratorium. Ia mengatakan, Inovasi harus dihilirkan agar meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Ia mencontohkan produktivitas padi hasil riset IPB mencapai 13,9 ton per hektare. Angka itu jauh di atas rata-rata nasional sekitar 5,5 ton per hektare.
Amran juga menyebut inovasi peternakan dari UGM menghasilkan sapi berbobot hingga satu ton. Berbagai kampus turut mengembangkan benih unggul, alsintan, hingga teknologi pascapanen.
"Kami dengan IPB mengembangkan benih unggul. Semua inovasi kampus harus kita hilirkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani," ucapnya.
Amran mengatakan Kementan telah bekerja sama dengan banyak perguruan tinggi. Kolaborasi mencakup pengembangan benih, traktor, alat panjat kelapa, ayam, jagung, gambir, ubi, hingga teknologi pengering.
Menurutnya, Indonesia berpeluang menjadi superpower melalui kekuatan pangan. Hal itu dapat terwujud jika riset dan inovasi terus diperkuat.
"Kalau kita mau menjadi superpower, tumpuannya adalah inovasi baru dari kampus. Ini luar biasa dan harus terus kita dorong," katanya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyambut baik ajakan tersebut. Pihaknya akan menginventarisasi hasil riset yang siap dihilirkan bersama Kementerian Pertanian.
Kolaborasi itu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto pada Sarasehan KSTI 2026. Presiden meminta hasil riset kampus dihilirkan menjadi teknologi yang memperkuat kemandirian pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....