Wakapolri: Bergabungnya Irjen Susilo ke UBISA Perkuat Jejaring Studi Kepolisian

  • 04 Agt 2026 19:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo resmi bergabung dengan sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta.
  • Sebanyak 40 dari 79 Pusat Studi Kepolisian yang didorong Polri telah beroperasi.
  • Kolaborasi kampus dan Polri diarahkan menghasilkan riset, inovasi, serta rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengapresiasi bergabungnya Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo ke Universitas Bima Sakapenta (UBISA). Langkah tersebut dinilai memperkuat kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi sekaligus memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian.

“Kehadiran beliau akan memperkuat kolaborasi Polri dan pendidikan tinggi di Indonesia. Jejaring Pusat Studi Kepolisian juga akan berkembang bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima RRI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Dedi menyebut Susilo menjadi salah satu penggerak utama pembangunan jejaring akademik Polri. Hingga kini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong pada 79 perguruan tinggi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi di berbagai daerah. Sementara itu, lima pusat studi memasuki penandatanganan kerja sama, sedangkan 34 lainnya masih berproses.

Namun, Dedi menegaskan pengembangan pusat studi tidak sekadar mengejar jumlah perguruan tinggi yang terlibat. Menurutnya, kualitas kolaborasi harus menghasilkan riset, inovasi, dan rekomendasi bagi peningkatan pelayanan kepolisian.

“Pusat studi menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana, kita mengharapkan riset berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan keamanan,” katanya.

Sejalan dengan itu, jejaring tersebut diarahkan membangun ekosistem ilmu kepolisian yang terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan menjadi mitra strategis mengembangkan pemolisian berbasis bukti menghadapi tantangan digital.

Di sisi lain, Susilo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat mendukung kampus berkembang. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia dan peradaban.

“Mendukung perguruan tinggi bertumbuh berarti ikut menanam benih masa depan bangsa. Kampus melahirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan nasional,” ucapnya.

Menurut Susilo, perguruan tinggi besar tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Pertumbuhannya membutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi pendidik, serta dukungan pemerintah dan mitra strategis.

Kehadiran Susilo diterima jajaran yayasan, rektorat, Program Studi Hukum, dan sivitas akademika UBISA. Rektor UBISA Agus Supriyadi berharap pengalaman dan jejaring tersebut memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.

“Semoga kehadiran beliau menginspirasi UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” katanya.

Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi sinergi Polri dan perguruan tinggi. Penguatan jejaring akademik menjadi investasi jangka panjang menuju kepolisian berbasis pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

“Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Semakin kuat kolaborasi kampus, semakin kokoh fondasi transformasi pelayanan Polri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....