Mensos Ajak SP2MI Jangkau Calon Siswa Sekolah Rakyat

  • 26 Jun 2026 08:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos Saifullah Yusuf mengajak SP2MI membantu menjangkau anak-anak yang belum sekolah melalui program Sekolah Rakyat
  • SP2MI didorong berperan dalam pemutakhiran data agar intervensi pendidikan pemerintah lebih tepat sasaran
  • Sekolah Rakyat mengutamakan penjangkauan keluarga miskin dan miskin ekstrem tanpa mekanisme pendaftaran umum
  • Kemensos akan memperkuat kolaborasi dengan SP2MI dan lebih dari 30 ribu pendamping PKH di seluruh Indonesia
  • Pemerintah mencatat masih ada lebih dari empat juta anak usia sekolah yang belum sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengajak Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) berperan menjangkau anak-anak yang belum sekolah. Peran tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat dan memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin.

Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat menjadi keynote speaker pada Silaturahmi Nasional SP2MI 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Sasonobudoyo TMII, Jakarta Timur, Kamis 25 Juni 2026.

Gus Ipul mengatakan SP2MI dapat membantu pemutakhiran data anak-anak yang belum masuk sistem pendidikan. Data yang akurat menjadi dasar penting agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

"Pada kesempatan ini saya mengundang Bapak-Ibu ikut terlibat dalam pemutakhiran data. Jika menemukan peserta didik belum masuk data, bantu lakukan pemutakhiran," katanya.

"Nanti bisa dilakukan melalui saluran-saluran yang sudah kami siapkan. Dengan begitu intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran," ucapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum SP2MI Amirudin, jajaran pengurus, serta Plt Direktur Operasi TMII Dede Noviardi. Hadir pula pengelola PKBM, TBM, PAUD swadaya, akademisi, dan mitra pendidikan masyarakat dari 12 provinsi.

Ketua Umum SP2MI Amirudin menyatakan organisasinya siap bersinergi dengan Kemensos. Selama ini SP2MI juga aktif mendampingi masyarakat yang belum memperoleh akses pendidikan.

"SP2MI sudah menjadi mitra pemerintah. Kami fokus pada keterampilan dan pemberdayaan masyarakat melalui PKBM," katanya.

"Kami berharap dapat menjadi mitra Kemensos. Terutama dalam pemberdayaan dan pengembangan keterampilan anak-anak," ucapnya.

Amirudin menjelaskan anggota SP2MI banyak mengelola pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Pengalaman tersebut dinilai dapat mendukung penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat.

Di hadapan peserta, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada para pegiat pendidikan masyarakat. Menurutnya, mereka selama ini menjadi garda terdepan menjangkau anak-anak yang terputus dari pendidikan.

"Berbahagia saya berada di tengah para pejuang pendidikan Indonesia. Mereka memilih membantu anak-anak yang belum sekolah dan putus sekolah," katanya.

Data pemerintah menunjukkan masih terdapat lebih dari empat juta anak usia sekolah yang belum sekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah. Karena itu, penyelesaian persoalan tersebut memerlukan kolaborasi seluruh pihak.

"Sementara data menunjukkan lebih dari empat juta anak usia sekolah belum sekolah. Ini pekerjaan rumah kita semua," katanya.

"Bapak-Ibu telah memilih membantu mereka. Itu menjadi kontribusi yang sangat berarti," ucapnya.

Gus Ipul menjelaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan tiga mandat kepada Kemensos. Ketiganya meliputi pemutakhiran DTSEN, penyaluran bansos tepat sasaran, dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak menggunakan mekanisme pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Program tersebut mengutamakan penjangkauan terhadap anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Sekolah Rakyat melakukan penjangkauan kepada keluarga desil satu dan dua," katanya.

"Kita mendatangi mereka yang paling membutuhkan. Bukan menunggu mereka datang mendaftar," ucapnya.

Karena itu, Gus Ipul menilai jaringan SP2MI memiliki posisi strategis membantu menemukan calon siswa Sekolah Rakyat. Sinergi juga akan diperkuat dengan lebih dari 30 ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia.

"Kami punya lebih dari 30 ribu pendamping PKH di seluruh Indonesia. Saya berharap bisa bekerja sama dengan teman-teman SP2MI," katanya.

"Nanti kita cari bentuk kolaborasi terbaik. Baik untuk Sekolah Rakyat maupun penanganan anak tidak sekolah," ucapnya.

Gus Ipul juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan SP2MI. Hasil kolaborasi tersebut nantinya akan disinergikan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Saya berharap kita bisa bekerja sama. Setelah itu akan saya sampaikan kepada Mendikdasmen agar programnya bisa disinergikan," katanya.

Di akhir kegiatan, Ketua Umum SP2MI Amirudin menyerahkan pin peserta istimewa kepada Gus Ipul. Acara ditutup dengan seruan bersama tiga semangat Sekolah Rakyat, yakni "Menjangkau yang Tidak Terjangkau, Memungkinkan yang Tidak Mungkin, dan Memuliakan Wong Cilik."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....