Kemendag Catat Potensi Transaksi USD 3,5 Juta di GSE Sydney 2026
- 20 Jun 2026 10:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Delapan eksportir Indonesia mempromosikan produk fesyen, alas kaki, kerajinan, dan dekorasi rumah.
- Sebanyak 30 calon buyer Australia berminat menghadiri Trade Expo Indonesia 2026.
- Paviliun Indonesia di GSE Sydney 2026 mencatat potensi transaksi sebesar USD 3,5 juta.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perdagangan terus memperluas akses pasar produk Indonesia di Australia melalui partisipasi dalam Global Sourcing Expo (GSE) Sydney 2026. Dalam pameran yang berlangsung pada 16–18 Juni 2026 itu, Paviliun Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar USD 3,5 juta.
Partisipasi Indonesia difasilitasi Atase Perdagangan RI Canberra dengan melibatkan delapan eksportir nasional. Selain Paviliun Indonesia seluas 75 meter persegi, Indonesia juga menghadirkan stan khusus Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan, mengatakan GSE merupakan salah satu pameran sourcing terbesar di Australia. Menurutnya, ajang tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kualitas dan keberagaman produk Indonesia kepada pembeli internasional.
"Kehadiran Indonesia pada pameran ini menjadi kesempatan strategis memperkenalkan kualitas dan keberagaman produk Indonesia kepada buyer internasional. Sekaligus memperluas akses pasar bagi eksportir Indonesia," ujar Haris dalma keterangannya di Sidney, Kamis, 18 Juni 2026.
Haris menilai Australia memiliki potensi pasar yang besar bagi produk-produk tersebut. Berdasarkan data Australian Bureau of Statistics (ABS), impor tekstil, pakaian, dan alas kaki Australia mencapai AUD 1,768 miliar pada April 2026.
Sementara itu, nilai penjualan ritel kategori pakaian, alas kaki, dan aksesori pribadi di Australia tercatat sekitar AUD 3,18 miliar pada Juni 2025. Angka tersebut meningkat 1,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Data tersebut menunjukkan bahwa Australia merupakan pasar yang relevan dan potensial bagi produk garmen, fesyen, alas kaki. Begitu juga aksesori, tekstil, dan produk pendukung gaya hidup Indonesia," kata Haris.
Partisipasi Indonesia dalam GSE Sydney 2026 juga menjadi bagian dari penguatan program Campuspreneur Kemendag. Program tersebut mendorong keterlibatan mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam promosi perdagangan dan pengembangan ekspor nasional.
Mahasiswa MBA University of Sydney, Oriza Utami, turut ambil bagian mewakili Zemed.id, merek pakaian anak asal Indonesia yang sedang merintis ekspor ke Australia. Ia menilai keikutsertaan dalam pameran tersebut memberikan pengalaman berharga untuk memahami kebutuhan pasar Australia.
"Keikutsertaan dalam GSE Sydney 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk memahami secara langsung kebutuhan buyer Australia. Membangun jejaring bisnis, serta menguji potensi produk Indonesia di pasar internasional," ujar Oriza.
Selain itu, stan khusus TEI 2026 berhasil menarik minat 30 calon pembeli dari Australia. Mereka menyatakan ketertarikan untuk menghadiri Trade Expo Indonesia yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....