Apa Itu Perbankan Patriotik yang Diperkenalkan Presiden? Ini Penjelasannya
- 23 Jun 2026 14:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perbankan patriotik menekankan keseimbangan antara keuntungan dan pemerataan ekonomi.
- Presiden Prabowo mendorong Himbara memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan sektor produktif.
- Konsep perbankan patriotik tetap mengedepankan profesionalisme, tata kelola, dan prinsip kehati-hatian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Istilah "perbankan patriotik" menjadi perhatian setelah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan jajaran bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Konsep tersebut menawarkan paradigma baru mengenai peran perbankan milik negara dalam pembangunan ekonomi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menjelaskan perbankan patriotik tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Bank-bank BUMN juga diharapkan berkontribusi lebih besar terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat.
"Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan paradigma baru mengenai peran Himbara di masa depan. Presiden menginginkan Himbara menjadi apa yang disebut sebagai perbankan patriotik," kata Qodari dalam keterangannya, dikutip dari BAKOM RI, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, ukuran keberhasilan perbankan patriotik tidak semata-mata dilihat dari laba yang diperoleh. Kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang merata juga menjadi indikator penting.
Konsep tersebut berangkat dari pandangan bahwa bank-bank milik negara memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, manfaat kehadirannya harus dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Salah satu fokus utama dalam konsep perbankan patriotik ialah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor ini selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Qodari mengatakan Presiden menginginkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan adil. "Akses pembiayaan harus semakin terbuka, lebih mudah dijangkau, dan diberikan adil kepada seluruh masyarakat yang memiliki potensi untuk berkembang," ujarnya.
Dalam konsep tersebut, bank-bank BUMN juga didorong lebih aktif menjangkau pelaku usaha. Presiden tidak ingin perbankan hanya menunggu calon nasabah datang ke kantor cabang.
Sebaliknya, Himbara diharapkan menerapkan pendekatan jemput bola dengan mendatangi pelaku usaha secara langsung. Langkah tersebut bertujuan memahami kebutuhan pembiayaan yang dihadapi masyarakat.
Dengan cara itu, pelaku UMKM yang selama ini sulit mengakses permodalan dapat memperoleh kesempatan lebih besar. Kehadiran perbankan diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski demikian, Presiden menegaskan perbankan patriotik bukan berarti mengabaikan prinsip bisnis yang sehat. Kinerja keuangan dan tata kelola tetap menjadi aspek penting dalam operasional bank.
"Mandat untuk memperkuat peran sosial dan ekonomi Himbara akan tetap dijalankan dengan profesionalisme yang tinggi serta tata kelola yang baik. Bank-bank Himbara akan tetap dikelola secara sehat, hati-hati, dan bertanggung jawab," kata Qodari.
Dengan demikian, perbankan patriotik dapat dipahami sebagai konsep yang menyeimbangkan fungsi bisnis dan fungsi pembangunan. Bank tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjadi instrumen negara untuk memperkuat UMKM, memperluas kesempatan usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....