Panggil Pimpinan Himbara, Presiden Prabowo Minta Tak Hanya Kejar Laba

  • 19 Jun 2026 12:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden meminta Himbara tak hanya mengejar laba, tetapi juga memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi rakyat.
  • Presiden menekankan penguatan peran Himbara tetap harus berjalan dengan prinsip kehati-hatian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Himbara juga diminta memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian nasional melalui pembiayaan yang inklusif bagi masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. Pertemuan itu dihadiri jajaran Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengatakan Presiden menilai Himbara memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Menurutnya, Himbara bukan hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga instrumen penting dalam mendukung arah kebijakan ekonomi.

“Perbankan Himbara ini merupakan komponen yang sangat penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Tidak semata-mata hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga bisa memengaruhi arah kebijakan perekonomian nasional,” kata Rosan usai pertemuan.

Rosan mengatakan Presiden menginginkan manfaat kehadiran bank-bank BUMN dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Penyaluran pembiayaan juga diharapkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga korporasi.

“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Dalam bentuk pemberian kesempatan yang sama dari segala lapisan, dari UMKM, komersial, maupun korporasi,” ujarnya.

Menurut Rosan, Presiden menggambarkan perbankan sebagai "darah" bagi perekonomian nasional. Karena itu, Himbara diharapkan dapat menopang sektor strategis sekaligus mendukung program pemerintah.

Meski demikian, Presiden tetap mengingatkan agar bank-bank pelat merah mengedepankan tata kelola profesional. Prinsip kehati-hatian juga harus dijaga dalam menjalankan bisnis perbankan.

“Yang paling penting semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional. Kehadiran Himbara benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Rosan.

Rosan mengungkapkan lima bank Himbara saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp1.100 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Menurut Rosan, sentimen positif datang dari mulai meredanya tekanan harga minyak dunia.

“Harga minyak tadi juga sudah disampaikan menurun di bawah US$80 per barrel. Harapannya ini bisa memberi dampak positif ke perekonomian kita,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....