Jepang Dukung Pengembangan Kawasan Bersejarah Museum Konferensi Asia-Afrika
- 23 Jun 2026 23:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.co.id, Jakarta: Pemerintah Jepang mendukung pengembangan Kawasan Bersejarah Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung. Terutama pengembangan dari persepektif sumber daya manusia (SDM).
"Mereka juga akan menghubungkan Museum KAA dengan jaringan museum yang ada di Jepang," kata Kepala Museum KAA, Noviasari Rustam. Demikian siaran pers KBRI Tokyo yang diterima RRI.
Selain itu, Museum KAA berencana menjalin kerja sama dengan lembaga arsip Jepang. Terkait digitalisasi dan pemanfaatan arsip KAA.
Museum KAA juga berharap dapat memperluas kerja sama teknis dengan Tokyo National Museum. Termasuk berbagi informasi mengenai program-program publik yang dijalankan.
Sedangkan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo mengatakan, pengembangan Kawasan Bersejarah Museum Konferensi Asia-Afrika merupakan bagian memperkuat kerja sama sosial budaya antara kedua negara. "Ini bagian dari penguatan kerja sama diplomasi budaya Indonesia-Jepang sebagai bagian dari Comprehensive Strategic Partnership," kata Heru.
Menurut Heru, pihak National Archives of Japan dan Japan Center for Asian Historical Records menyambut baik peluang kerja sama dengan Indonesia. Khususnya dalam preservasi, digitalisasi, dan pemanfaatan arsip Konferensi Asia Afrika untuk penelitian, edukasi, serta diplomasi publik.
Indonesia dan Jepang juga sepakat memperkuat kerja sama sosial budaya. Melalui berbagai program pertukaran budaya, pendidikan, serta dialog antar masyarakat.
Dalam kerangka Kemitraan Komprehensif Strategis (Comprehensive Strategic Partnership) delegasi Indonesia mengadakan pertemuan dengan sejumlah lembaga Jepang. Antara lain, Kementerian Luar Negeri Jepang, Japan Foundation, National Archives of Japan, Japan Center for Asian Historical Records, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Tokyo National Museum.
"Kami bertukar pandangan seputar pengelolaan informasi dan komunikasi publik di era digital, serta penguatan kerja sama diplomasi budaya Indonesia-Jepang sebagai bagian dari Comprehensive Strategic Partnership," kata Heru. Dalam kesempatan terpisah, Heru juga menggelar diskusi gastrodiplomasi Indonesia bersama pelaku usaha restoran Indonesia di Tokyo.
Kegiatan yang berlangsung di Restoran Cinta Jawa, Shibuya, membahas tantangan dan peluang pengembangan kuliner Indonesia di Jepang. "Kuliner Indonesia adalah salah satu pintu masuk pengenalan Indonesia di Jepang, keberadaan restoran Indonesia di Jepang menjadi jembatan diplomasi budaya kedua negara yang efektif," kata Heru.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengidentifikasi tantangan. Sekaligus merumuskan strategi guna meningkatkan visibilitas dan daya tarik kuliner Indonesia di Jepang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....