DPR Apresiasi BPOM Perkuat Pengawasan AMDK, Tingkatkan Daya Saing Ekspor
- 22 Jun 2026 20:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, atas komitmennya dalam memperkuat pengawasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
- Langkah tersebut dinilai penting agar produk nasional semakin mampu bersaing dan menembus pasar global.
- BPOM terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan standar internasional guna memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, atas komitmennya dalam memperkuat pengawasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan produk nasional tidak hanya aman dikonsumsi masyarakat Indonesia, tetapi juga semakin mampu bersaing dan menembus pasar global.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam berbagai pembahasan mengenai penguatan industri pangan nasional dan perlindungan konsumen. Sehingga masyarakat terlindungi dengan baik.
Di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM terus memperkuat sistem pengawasan berbasis risiko, meningkatkan standar mutu produk. Serta memastikan seluruh produk AMDK yang beredar memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan kemanfaatan sesuai standar nasional maupun internasional.
Berdasarkan data BPOM, hingga saat ini terdapat 8.721 produk AMDK yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.700 produk atau 99,76 persen merupakan produk dalam negeri, sedangkan 21 produk atau 0,24 persen merupakan produk impor.
Data tersebut menunjukkan kuatnya kapasitas industri AMDK nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas. Jika ditinjau berdasarkan skala usaha, industri AMDK nasional didominasi oleh pelaku usaha menengah sebesar 32,09 persen, disusul industri kecil sebesar 31,05 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor AMDK tidak hanya menjadi ruang usaha bagi perusahaan besar. Tetapi juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM), penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi nasional.
Sementara itu, dari sisi kemasan, mayoritas produk AMDK menggunakan plastik PET (Polyethylene Terephthalate), diikuti kemasan Polypropylene (PP) dan Polycarbonate (PC). BPOM memastikan seluruh bahan kemasan yang digunakan telah melalui proses evaluasi keamanan sehingga aman digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa pengawasan AMDK merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat. Sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
“BPOM hadir untuk memastikan setiap produk air minum dalam kemasan yang beredar aman, bermutu, dan memenuhi standar yang berlaku. Penguatan pengawasan ini bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia,” ujar Taruna Ikrar.
Menurutnya, keberhasilan sejumlah produk AMDK nasional menembus pasar ekspor menjadi bukti bahwa industri Indonesia mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional. Karena itu, BPOM akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan agar industri tetap tumbuh sehat, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
Komisi VII DPR RI menilai langkah BPOM tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah produk nasional. Serta memperluas akses pasar ekspor.
Dengan pengawasan yang kuat dan regulasi yang adaptif, industri AMDK Indonesia diharapkan terus berkembang menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat global. Selain itu, Taruna Ikrar juga menyoroti isu mikroplastik yang saat ini menjadi perhatian dunia. I
Ia menegaskan BPOM terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan standar internasional. Guna memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman.
“Persoalan mikroplastik menjadi perhatian global. Karena itu BPOM terus memperkuat pengawasan, penelitian, dan pengujian laboratorium agar setiap produk AMDK yang beredar memenuhi standar keamanan. Pendekatan kami berbasis sains, sehingga perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan industri dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, DPR, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memastikan produk AMDK Indonesia tidak hanya aman dikonsumsi. Tetapi juga mampu menjadi duta kualitas produk pangan nasional di pasar internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....