Cadangan Beras Dunia Menyusut, Indonesia Diuntungkan Peluang Ekspor
- 22 Jun 2026 20:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Cadangan beras dunia diproyeksikan turun 2,7 persen pada musim 2026/2027.
- Kementan menilai penurunan stok global membuka peluang bagi Indonesia di pasar beras regional.
- Filipina dan Malaysia diperkirakan meningkatkan impor beras saat produksi domestik mereka tertekan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menyusutnya cadangan beras dunia diperkirakan membuka peluang baru bagi Indonesia di sektor pangan. Kondisi tersebut muncul saat sejumlah negara produsen utama mengalami penurunan hasil panen.
Mengutip dari BAKOM RI, data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menunjukkan stok beras dunia akhir 2026/2027 diperkirakan turun. Jumlahnya diproyeksikan menjadi 213,8 juta ton dari sebelumnya 219,7 juta ton.
Penurunan tersebut mencapai sekitar 2,7 persen dibandingkan musim sebelumnya. Kondisi itu juga diikuti kontraksi perdagangan beras global.
Perdagangan beras dunia diperkirakan turun sekitar 2,1 persen menjadi 59,8 juta ton. Sejumlah negara juga mulai memperketat kebijakan pangan domestiknya.
Kementerian Pertanian menilai situasi tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia. Pasalnya, beberapa negara diperkirakan membutuhkan tambahan impor beras.
Filipina dan Malaysia termasuk negara yang diproyeksikan meningkatkan impor beras tahun ini. Kebutuhan itu muncul saat produksi domestik mereka menghadapi tekanan.
Menurut Kementerian Pertanian, Indonesia berpotensi memanfaatkan situasi tersebut. Apalagi produksi beras nasional saat ini diproyeksikan terus meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....