Lapor Presiden Prabowo, Amran Pastikan Stok Beras Aman hingga 10 Bulan ke Depan
- 18 Jun 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman laporkan kepada Presiden Prabowo stok beras nasional aman hingga sekitar 10 bulan ke depan.
- Cadangan beras nasional didukung stok 5,2 juta ton dan potensi produksi padi 10-11 juta ton.
- Pemerintah optimistis ketersediaan pangan nasional tetap aman meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman. Ia mengatakan stok beras diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Menurutnya, stok beras nasional saat ini didukung oleh cadangan pemerintah, potensi produksi yang masih tumbuh, serta ketersediaan beras di masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan pangan, termasuk potensi dampak El Nino.
"Kita laporkan kepada Bapak Presiden bahwa cadangan beras nasional dalam kondisi aman. Dengan kondisi sekarang, kebutuhan beras kita aman sampai sekitar 10 bulan ke depan," kata Amran usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia menjelaskan stok beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Selain itu, terdapat potensi produksi dari tanaman padi yang masih berada di lahan diperkirakan mencapai 10 hingga 11 juta ton.
Menurut Amran, ketersediaan beras di rumah tangga, hotel, dan restoran juga diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta ton. Dengan kombinasi ketiga sumber tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan beras nasional tetap terjaga.
"Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai April tahun depan itu cukup," ujarnya.
Amran mengatakan kondisi tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pangan. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan pangan nasional.
Langkah tersebut meliputi pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, hingga program cetak sawah baru. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga produktivitas pertanian meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Menurutnya, optimalisasi lahan memungkinkan area rawa yang sebelumnya hanya panen sekali setahun dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali panen. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi pangan nasional dalam jangka panjang.
"Insya Allah itu bisa kita mitigasi risikonya. Kita sudah membangun embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan, kemudian cetak sawah kita lanjutkan," kata Amran.
Amran menegaskan pemerintah terus memantau kondisi pangan nasional secara berkala. "Sekali lagi, Insya Allah untuk pangan aman," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....