Bapanas: 7,7 Juta Ton Cadangan Beras Sudah Disalurkan ke Masyarakat

  • 19 Jun 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas mencatat total 7,75 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah disalurkan kepada masyarakat sepanjang 2023–2025
  • Penyaluran dilakukan melalui program SPHP, bantuan pangan beras, dan penanganan bencana
  • Pada 2023 penyaluran mencapai 2,76 juta ton, meningkat menjadi 3,37 juta ton pada 2024, dan 1,62 juta ton pada 2025
  • Hingga 18 Juni 2026, realisasi penyaluran CBP mencapai 946,8 ribu ton
  • Pemerintah akan melanjutkan program bantuan pangan beras selama tiga bulan pada semester II 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat total 7,75 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah disalurkan kepada masyarakat sepanjang 2023 hingga 2025. Penyaluran dilakukan melalui berbagai program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat akses masyarakat terhadap beras.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan penyaluran CBP dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras, hingga penanganan keadaan darurat bencana. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional.

"Pemerintah konsisten menyalurkan stok CBP untuk masyarakat melalui banyak program. Mulai dari program SPHP beras, bantuan pangan dengan jutaan penerima, dan juga demi membantu masyarakat di daerah yang sedang mengalami bencana alam," kata I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Kamis 18 Juni 2026.

Bapanas mencatat penyaluran CBP pada 2023 mencapai 2,76 juta ton. Sementara pada 2024 meningkat menjadi 3,37 juta ton dan sepanjang 2025 terealisasi sebesar 1,62 juta ton.

Menurut Ketut, berbagai program penyaluran beras pemerintah akan terus dilanjutkan pada 2026. Pemerintah juga memperkuat stok CBP melalui penyerapan hasil panen petani dalam negeri.

"Saat ini pemerintah fokus penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti," ucapnya.

Hingga 18 Juni 2026, realisasi penyaluran CBP telah mencapai 946,8 ribu ton. Penyaluran tersebut terdiri atas bantuan pangan beras 550,1 ribu ton, SPHP beras 348,5 ribu ton, golongan anggaran 36,8 ribu ton, dan tanggap darurat 11,3 ribu ton.

Pemerintah juga telah memutuskan penambahan alokasi bantuan pangan beras selama tiga bulan pada semester kedua tahun ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas harga pangan.

Sementara itu, total stok beras yang dikelola Perum Bulog hingga 18 Juni 2026 mencapai sekitar 5,2 juta ton. Stok tersebut berasal dari pengadaan beras dalam negeri yang mencapai 3,18 juta ton sejak awal tahun serta sisa stok akhir 2025.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi cadangan beras nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat. Menurutnya, pemerintah tidak memiliki alasan untuk melakukan impor beras di tengah tingginya produksi dalam negeri.

"Beras kita melimpah. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,2 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka," ucap Amran.

Pemerintah optimistis ketersediaan stok yang kuat serta penyaluran yang berkelanjutan dapat menjaga stabilitas pangan nasional. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....