Komisi VII Dukung Sinergi KP2MI, Perkuat Tata Kelola Pekerja Migran Indonesia

  • 21 Jun 2026 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mendukung penguatan tata kelola pekerja migran Indonesia melalui sinergi Kementerian P2MI, Pemprov Banten, dan Krakatau Steel.
  • Kementerian P2MI mencatat masih terdapat 236.896 peluang kerja luar negeri yang terbuka bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi.
  • Kolaborasi lintas sektor diharapkan memperkuat ekosistem pekerja migran yang aman, profesional, serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga mendukung penguatan tata kelola pekerja migran Indonesia. Langkah ini seiring dengan sinergi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Lamhot menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya memperluas akses kerja dan perlindungan bagi pekerja migran. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang lebih aman dan berdaya saing.

“Kerja sama ini merupakan bentuk nyata bagaimana pemerintah, dunia industri, dan organisasi masyarakat dapat berjalan bersama. Untuk menciptakan ekosistem pekerja migran yang aman, profesional, dan berdaya saing global,” ujar Ketua Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA UNTIRTA) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam penyediaan tenaga kerja untuk pasar internasional. Namun, diperlukan peningkatan kompetensi agar pekerja dapat terserap sesuai kebutuhan industri global melalui jalur resmi dan terlindungi.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang besar. Tantangannya adalah bagaimana memastikan mereka memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri global dan berangkat melalui jalur yang resmi serta terlindungi,” katanya.

Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa peluang kerja internasional bagi tenaga kerja Indonesia masih terbuka luas. Ia menyebut terdapat ratusan ribu peluang kerja yang belum terserap oleh calon pekerja migran.

Kementerian P2MI telah memfasilitasi 433.169 layanan penempatan pekerja migran Indonesia periode Januari 2025 hingga 12 Juni 2026. Adapun lima negara tujuan utama yakni Taiwan, Hongkong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Sementara itu, data Sistem Informasi Peluang Kerja Luar Negeri (SIP2MI) per 13 Juni 2026 mencatat 313.803 peluang kerja luar negeri tersedia. Namun baru 76.907 posisi atau sekitar 24,51 persen yang terserap.

“Masih ada 236.896 peluang kerja yang terbuka. Ini menjadi kesempatan besar bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi,” kata Mukhtarudin.

Ia menegaskan kerja sama dengan Pemprov Banten, Krakatau Steel, dan IKA UNTIRTA diarahkan untuk membangun ekosistem migrasi yang aman dan terpadu. Mulai dari peningkatan informasi, pelatihan, hingga pemberdayaan pekerja migran setelah kembali ke tanah air.

Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik sinergi tersebut dan menilai kolaborasi lintas pihak penting. Terutama untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah di tingkat internasional.

“Kami berharap, sesuai arahan Presiden, dalam beberapa tahun ke depan dapat semakin banyak pekerja migran Indonesia asal Banten yang terlatih. Juga terdidik, dan ditempatkan melalui mekanisme resmi,” kata Andra.

Para pihak sepakat memperkuat agenda penyebarluasan informasi peluang kerja, pelatihan kompetensi, pelayanan penempatan terpadu, hingga pemberdayaan pekerja migran purna. Program tersebut juga sejalan dengan target penempatan 500 ribu tenaga kerja terampil hingga 2029 melalui program “SMK Go Global”.

“Alumni memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut memastikan generasi muda memiliki akses terhadap peluang yang lebih luas. Kerja sama ini harus menjadi gerakan nyata, bukan hanya berhenti pada dokumen,” kata Lamhot.

Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat tata kelola pekerja migran Indonesia secara profesional dan berkelanjutan. Serta meningkatkan kontribusi tenaga kerja Indonesia di tingkat global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....