Jawab Tantangan Zaman, Komisi VII DPR Dorong RRI Perkuat Transformasi Digital

  • 09 Jun 2026 17:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong LPP RRI memperkuat transformasi digital.
  • Transformasi digital dinilai penting untuk menjawab perubahan pola konsumsi media masyarakat.
  • Generasi muda kini lebih banyak mengakses platform digital dibanding radio konvensional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong LPP RRI memperkuat transformasi digital untuk menjawab perubahan pola konsumsi media masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut penting agar RRI dapat menjangkau lebih banyak pendengar, khususnya generasi muda.

Evita mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan hiburan. Karena itu, transformasi digital perlu menjadi perhatian dalam pengembangan RRI ke depan.

“Saya enggak melihat ya di anggaran 1T yang Bapak punya, itu focusing on transformasi digital Pak, enggak ada. Karena kan kita tahu ya bahwa radio konvensional ini, sekarang ini kita sedang menghadapi tantangan,” ujar Evita dalam Rapat Dengar Pendapat dengan LPP RRI, LPP TVRI, dan LKBN Antara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Evita, generasi muda saat ini lebih banyak memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperoleh informasi dan hiburan. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu direspons oleh lembaga penyiaran publik.

“Anak-anak muda enggak ada tuh yang dengar radio. Dengarnya Spotify, Podcast, Youtube,” katanya.

Evita menilai penguatan transformasi digital dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing RRI di tengah perkembangan media yang semakin dinamis. Ia berharap RRI dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan pagu anggaran RRI tahun 2026 mengalami penyesuaian sebagai bagian dari kebijakan efisiensi APBN. Meski demikian, RRI tetap berupaya mengoptimalkan program prioritas dan pelayanan kepada masyarakat.

Hendrasmo menjelaskan pagu anggaran tertinggi RRI tercatat pada 2021 sebesar Rp1,4 triliun. Namun pelaksanaannya saat itu terdampak kebijakan efisiensi dan refocusing akibat pandemi COVID-19.

“Pagu tertinggi kami capai di tahun 2021, itu sebesar Rp1,4 triliun. Namun pada saat itu pelaksanaan anggaran terdampak kebijakan efisiensi dan refocusing akibat pandemi COVID-19,” ujarnya.

Menurut Hendrasmo, pagu anggaran RRI periode 2022 hingga 2025 relatif stabil dengan tren peningkatan bertahap. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penguatan layanan penyiaran publik.

Ia menyebut pagu anggaran RRI tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp997,71 miliar. RRI akan mengoptimalkan penggunaan anggaran tersebut untuk menjalankan program-program prioritas.

“Tahun 2026, pagu kami turun menjadi Rp997,71 miliar sebagai bagian dari kebijakan efisiensi APBN sesuai arahan Presiden. Kami menyikapi ini dengan optimalisasi program prioritas, penguatan efektivitas setiap rupiah yang kami gunakan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....