IHSG Ditutup Melemah, Turun 0,55 Persen pada Penutupan Sesi II Hari Ini
- 17 Jun 2026 16:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup melemah 0,55 persen ke level 6.220,74 setelah gagal mempertahankan penguatan yang sempat terjadi sepanjang perdagangan.
- Sebanyak 391 saham melemah dengan nilai transaksi mencapai Rp24,41 triliun dan volume perdagangan 33,8 miliar lembar saham.
- Sentimen pasar dipengaruhi optimisme meredanya konflik AS-Iran, penurunan harga minyak dunia, serta perhatian investor terhadap rencana penerbitan Panda Bonds oleh pemerintah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. IHSG ditutup di level 6.220,74 atau turun 34,22 poin setara 0,55 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan terjadi setelah IHSG sempat bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Pada awal perdagangan, indeks dibuka menguat di level 6.321,96 dan bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.377,19.
Meski demikian, tekanan jual pada paruh kedua perdagangan membuat penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga penutupan. IHSG akhirnya berakhir di zona merah.
Mayoritas saham yang diperdagangkan juga mengalami pelemahan. Sebanyak 391 saham ditutup turun, sementara 288 saham menguat dan 137 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai sepanjang hari. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp24,41 triliun dengan volume perdagangan sekitar 33,8 miliar lembar saham.
Frekuensi transaksi juga tergolong tinggi dengan lebih dari 2,3 juta kali transaksi. Kondisi tersebut menunjukkan minat pelaku pasar yang tetap aktif meski indeks berakhir melemah.
Sebelumnya, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari perkembangan geopolitik global. Pelaku pasar merespons optimistis kabar rencana kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut analis pasar, meredanya ketegangan di Timur Tengah berpotensi meningkatkan pasokan minyak dunia. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah global bergerak turun.
Harga minyak WTI tercatat berada di level 76,79 dolar AS per barel. Sementara harga minyak Brent turun ke kisaran 78,96 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi global dan menurunkan risiko kenaikan suku bunga. Sentimen tersebut sebelumnya turut menopang pergerakan positif pasar saham di kawasan Asia.
Di dalam negeri, investor juga mencermati rencana pemerintah menerbitkan Panda Bonds pada akhir Juni atau awal Juli 2026. Instrumen tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pembiayaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Analis menilai langkah tersebut berpotensi mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. Namun, pelaku pasar masih menunggu respons investor terhadap rencana penerbitan surat utang tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....