BNPB Catat Gempa Sigi Telan Satu Korban Jiwa, Lebih dari 5.700 Warga Terdampak

  • 17 Jun 2026 15:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mencatat satu orang meninggal dunia, 73 luka ringan, dan tiga luka berat akibat gempa magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi.
  • Sebanyak 1.834 kepala keluarga atau sekitar 5.784 jiwa terdampak, sementara banyak warga masih bertahan di luar rumah karena khawatir gempa susulan.
  • Pemerintah mengirim bantuan darurat dan menyiapkan dana perbaikan rumah hingga Rp60 juta untuk bangunan yang mengalami kerusakan berat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meninggalkan dampak cukup besar bagi masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat satu orang meninggal dunia dan ribuan warga masih terdampak hingga sehari setelah kejadian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi. Wilayah tersebut menjadi daerah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa.

“Dari 33 desa terdampak ini, kita sementara sudah melakukan rekapitulasi data korban. Untuk korban meninggal dunia, itu terdata hingga saat ini 1 orang di Kabupaten Sigi,” kata Aam, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers BNPB, Selasa, 17 Juni 2026.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 1.834 kepala keluarga atau sekitar 5.784 jiwa terdampak bencana tersebut. Sebagian warga masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap gempa susulan yang terus terjadi.

“Ada sekitar 1.834 kepala keluarga atau secara total dari data kependudukan itu (7:08) sekitar 5.784 jiwa yang terpapar. Ada yang luka ringan 73 jiwa, dan luka berat 3 jiwa akibat runtuhan struktur bangunan,” ujarnya.

Dari data sementara, terdapat 73 warga mengalami luka ringan dan tiga orang lainnya mengalami luka berat. Korban luka berat umumnya mengalami cedera akibat tertimpa runtuhan bangunan saat gempa berlangsung.

Kerusakan bangunan juga cukup banyak ditemukan di wilayah terdampak. Di Kabupaten Sigi saja tercatat 1.074 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak berat.

Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum dan fasilitas ibadah ikut terdampak. BNPB mencatat terdapat 33 fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan, mulai dari retakan hingga kerusakan struktur bangunan.

“Sedangkan fasilitas publik dan fasilitas ibadah itu ada 33 fasilitas ibadah terdampak. Umumnya fasilitas ibadah ini ada yang dindingnya roboh atau retak dan mengalami kerusakan struktur dan non-struktur lainnya,”

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Sigi telah mengaktifkan posko darurat dan dua pos lapangan. BNPB juga mengirimkan tim reaksi cepat yang saat ini berada di lokasi terdampak untuk membantu proses pendataan dan penanganan darurat.

Bantuan awal yang dikirimkan meliputi tenda multifungsi, tenda keluarga, sembako, matras, selimut, hingga kasur lipat. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat ditempati.

BNPB memastikan pemerintah akan memberikan dukungan perbaikan rumah bagi warga. Skema perbaikan rumah tersebut sesuai dengan tingkat kerusakannya.

“Yang pasti, skema penggantian atau perbaikan rumah rusak ini di setiap kejadian bencana. Ada 15 juta untuk rusak ringan, 30 juta untuk rusak sedang, dan 60 juta untuk rusak berat atau dibangunkan rumah yang baru,” katanya.

Meski kondisi penanganan darurat dinilai terkendali, BNPB tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau menghindari bangunan yang mengalami kerusakan sampai dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....