Polda Sulteng Intensifkan Patroli usai Gempa Bumi Melanda Sejumlah Wilayah
- 17 Jun 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polda Sulteng mengintensifkan patroli di wilayah terdampak gempa magnitudo 6,7.
- Patroli dilakukan di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kota Palu.
- Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak percaya informasi yang belum terverifikasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Polda Sulawesi Tengah mengintensifkan patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 6,7. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Patroli dilakukan personel Direktorat Samapta di Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kota Palu. Sejumlah lokasi yang mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjadi sasaran pemantauan petugas.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Kompol Reky Moniung mengatakan patroli dilakukan untuk menjaga situasi pascagempa. Petugas juga hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Dalam kegiatan tersebut, personel Direktorat Samapta menyasar sejumlah titik yang mengalami peningkatan aktivitas masyarakat pascagempa," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 17 Juni 2026.
Selain melakukan patroli, petugas mengatur arus lalu lintas di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan yang meningkat setelah gempa.
Personel Direktorat Samapta juga memeriksa sejumlah bangunan yang terdampak gempa bumi. Salah satu lokasi yang dicek yakni Kafe Paskop di Jalan Tanjung Manimbaya, Kota Palu.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Mereka diminta tetap waspada karena gempa susulan masih berpotensi terjadi.
"Polda Sulawesi Tengah melalui Direktorat Samapta dan satuan kewilayahan terus melakukan patroli serta pemantauan. Terdapat beberapa kerusakan material yang masih dalam proses pendataan," ujarnya.
Polda Sulawesi Tengah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Informasi yang tidak jelas sumbernya dinilai dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kepanikan," ujarnya.
Kompol Reky Moniung berharap situasi di Sulawesi Tengah tetap aman dan kondusif. Polda Sulawesi Tengah juga memastikan akan terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....