Danantara Terbitkan Obligasi Global, Permintaan Investasi Capai USD 4,6 Miliar

  • 16 Jun 2026 12:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Minat investor global terhadap obligasi Danantara mencapai 4,6 miliar dolar AS, lebih dari tiga kali nilai penerbitan yang ditawarkan.
  • Investor Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi internasional perdana Danantara Indonesia.
  • Penerbitan obligasi internasional Danantara senilai 1,5 miliar dolar AS mendapat respons positif dari pasar global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Minat investor asing terhadap Indonesia dinilai masih kuat. Hal itu tercermin dari tingginya permintaan obligasi internasional yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan total permintaan investor mencapai 4,6 miliar dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jumlah penerbitan obligasi yang ditetapkan sebesar 1,5 miliar dolar AS.

Rosan menyebut penawaran obligasi dilakukan kepada 122 investor global. Investor tersebut berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Menurut Rosan, Amerika Serikat justru menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi internasional perdana Danantara. Kondisi ini berbeda dari tren sebelumnya yang umumnya didominasi investor Asia.

"Biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia peminatnya kebanyakan dari Asia. Tapi kali ini justru pembeli terbesarnya berasal dari Amerika Serikat," kata Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Danantara menerbitkan dua seri obligasi internasional. Seri pertama bertenor lima tahun senilai 750 juta dolar AS dengan tingkat imbal hasil 5,35 persen.

Sementara itu, seri kedua bertenor 10 tahun senilai 750 juta dolar AS dengan tingkat imbal hasil 5,95 persen. Kedua seri tersebut mendapatkan respons positif dari pasar global.

Untuk obligasi lima tahun, total pemesanan akhir mencapai 1,45 miliar dolar AS dari 68 akun investor. Investor dari Amerika Serikat menyerap 38 persen, disusul kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sebesar 41 persen, serta Asia 21 persen.

Adapun obligasi 10 tahun mencatat pemesanan akhir lebih dari 1,35 miliar dolar AS dari 63 akun investor. Investor Amerika Serikat kembali menjadi pembeli terbesar dengan porsi 52 persen.

Rosan menilai tingginya minat investor tersebut menunjukkan kepercayaan global terhadap prospek ekonomi Indonesia. "Mereka menyatakan sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan obligasi hingga tenor 30 tahun," ujarnya.

Keberhasilan penerbitan obligasi ini menjadi sinyal positif bagi upaya Danantara menghimpun pendanaan internasional. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program investasi strategis nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....