Bertemu Presiden, Mendikdasmen Pastikan Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Sudah Naik

  • 12 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memastikan tunjangan guru non-ASN naik menjadi Rp2 juta per bulan.
  • Guru ASN kini menerima tunjangan sebesar gaji pokok sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan.
  • Pemerintah menyiapkan beasiswa S1 bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi D4 atau sarjana.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan tunjangan guru sudah mengalami kenaikan pada 2026. Kebijakan tersebut disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Mu'ti mengatakan kenaikan tunjangan berlaku bagi guru non-ASN maupun guru ASN. “Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan,” kata Mu'ti.

“Dari yang guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kemudian emudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok," ujarnya.

Selain menaikkan tunjangan, pemerintah juga menerapkan skema penyaluran langsung ke rekening guru. Dengan mekanisme tersebut, tunjangan dan gaji dapat diterima setiap bulan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Mu'ti menegaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan guru. Pemerintah ingin memastikan tenaga pendidik memperoleh dukungan yang memadai dalam menjalankan tugasnya.

Selain kesejahteraan, pemerintah juga terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya guru. Salah satunya melalui program beasiswa pendidikan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi sarjana atau diploma empat.

Mu'ti mengatakan pada 2026 pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 150.000 guru. Program tersebut melanjutkan kebijakan serupa yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya.

"Nah tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru. Dengan nominal beasiswa sama dengan yang tahun 2025, 3 juta per semester," ucapnya.

"Sekarang masih proses pendaftaran. Karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini," kata Mu'ti menambahkan.

Menurutnya, program beasiswa tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru. Pemerintah berharap semakin banyak tenaga pendidik yang memenuhi standar kualifikasi pendidikan nasional.

Dalam kesempatan tersebur, Mu'ti juga mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri wisuda guru penerima beasiswa S1. Sebanyak 12.500 guru dijadwalkan mengikuti wisuda sebagai bagian dari program beasiswa tahun 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....