Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia akan Tetap Menjadi Negara Demokrasi
- 12 Jun 2026 06:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menegaskan Indonesia akan tetap menjadi negara demokrasi yang menghormati kehendak rakyat.
- Presiden menyatakan kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan akan dijawab dengan hasil nyata.
- Presiden Prabowo menilai demokrasi Indonesia harus menghadirkan stabilitas dan kemajuan, bukan kelumpuhan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap menjadi negara demokrasi. Kepala Negara menekankan komitmennya menjaga demokrasi sebagai sistem yang memberikan legitimasi melalui kehendak rakyat.
"Izinkan saya menyatakan dengan jelas: Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil," ujar Presiden Prabowo, dikutip dari BAKOM RI, Kamis, 11 Juni 2026.
Presiden mengatakan demokrasi tetap menjadi sistem terbaik meskipun tidak sempurna. Menurutnya, legitimasi demokratis dibangun melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak masyarakat.
"Saya percaya pada demokrasi. Saya memahami bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat," kata Presiden.
Kepala Negara juga menegaskan keterbukaannya terhadap berbagai kritik yang ditujukan kepada pemerintah. Presiden menilai kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang sehat.
"Saya menyambut kritik, saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin. Juga menimbangnya berdasarkan fakta, serta realitas yang dihadapi rakyat biasa," kata Presiden Prabowo.
Meski demikian, Presiden menilai penerapan demokrasi perlu menyesuaikan karakter dan budaya bangsa Indonesia. "Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan," ucap Presiden.
Presiden mengingatkan Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk mencapai status negara maju. Selama bertahun-tahun ekonomi nasional tumbuh sekitar lima persen, namun angka tersebut dinilai belum cukup.
Menurut Presiden, Indonesia perlu mengejar pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen per tahun. Karena itu, pemerintah menjalankan berbagai program transformasi nasional di berbagai sektor.
"Kita tidak akan sampai ke sana dengan terus melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Dalam kondisi Indonesia, puas dengan status quo berarti stagnasi, dan itu bukan jalan yang kami pilih," kata Presiden.
Presiden menegaskan pemerintah akan menjawab berbagai kritik melalui capaian nyata yang dapat diukur masyarakat. Menurutnya, hasil konkret menjadi ukuran utama keberhasilan pemerintahan.
"Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika. Melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun," ujar Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....