Presiden: Kita Telah Menyimpang dari 'Blueprint' Para Pendiri Bangsa
- 10 Jun 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menilai, perjalanan bangsa Indonesia telah menyimpang dari Blueprint para pendiri bangsa
- Presiden Prabowo Subianto ingatkan pentingnya merujuk landasan ideologi bangsa
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai, perjalanan bangsa Indonesia saat ini, telah menyimpan dari warisan pemikiran luhur para pendiri bangsa. Hal itu disampaikan Kepala Negara, saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Seperti disebutkan Presiden Prabowo, yakni semangat Sumpah Pemuda, yang mempersatukan bangsa melalui bahasa nasionalisme. Selain itu terdapat pula ideologi bangsa yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Kepala Negara mengungkapkan, berbagai buah pemikiran para pendiri bangsa itu, menjadi acuan dalam perkembangan bangsa Indonesia. Presiden mengingatkan akan pentingnya perjalanan bangsa Indonesia ke depan, untuk kembali mengacu pada gagasan pendiri bangsa.
"Masalahnya adalah, menurut keyakinan saya, bahwa kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting, yaitu sendi rancang bangun bangsa. Kalau kita menyimpang dari blueprint (rancangan/red) dari cetak biru kita menyimpang, gedung itu runtuh," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya, Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Presiden berpandangan, banyak hal yang digagas para pendiri bangsa sebagai pengingat rasa nasionalisme, perlahan pudar dari maknanya. Padahal Kepala Negara menuturkan, berbagai hal yang digagas itu adalah bentuk kecemerlangan pemikiran leluhur bangsa.
Lebih lanjut diungkapkan Kepala Negara, salah satu penyimpangannya itu yakni terhadap UUD 1945. Dalam hal ini Presiden Prabowo mengingatkan kembali akan amanat pasal 33 UUD 1945, yang mengatur tentang perekonomian nasional.
"Pendiri-pendiri bangsa kita telah mewarisi kepada kita, hal-hal yang luar biasa, yang saya katakan kecemerlangan. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama, berdasar atas asas kekeluargaan. Ini lip service. Yang dibesarkan adalah konglomerasi," ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....