Istana Buka Peluang Presiden Partai Buruh Said Iqbal Masuk Kabinet
- 06 Jun 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut peluang Said Iqbal masuk Kabinet Merah Putih sedang dibahas pemerintah.
- Posisi yang dipertimbangkan disebut berkaitan dengan perjuangan Said Iqbal di bidang ketenagakerjaan.
- Pemerintah sebelumnya telah melibatkan tokoh serikat buruh melalui pengangkatan Jumhur Hidayat sebagai menteri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi sinyal Presiden Partai Buruh Said Iqbal, berpeluang masuk Kabinet Merah Putih. Saat ini, pemerintah masih membahas posisi yang dinilai paling sesuai dengan latar belakang perjuangannya di bidang ketenagakerjaan.
Prasetyo mengatakan pembahasan mengenai kemungkinan masuknya Said ke pemerintahan masih berlangsung. Prasetyo menyebut, posisi yang dipertimbangkan berkaitan erat dengan isu buruh dan tenaga kerja yang selama ini diperjuangkan Said.
"Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini ya, dengan buruh, tenaga kerja. Tunggu, baru didiskusikan yang paling pas," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Meski demikian, Prasetyo belum mengungkapkan jabatan yang akan diberikan kepada Said. Pemerintah masih mengkaji posisi yang dinilai dapat mendukung agenda perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk tokoh serikat buruh lain ke dalam kabinet. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Mohammad Jumhur Hidayat, dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada April 2026.
Hubungan antara pemerintah dan organisasi buruh juga terlihat dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2025 dan 2026. Sejumlah konfederasi buruh, termasuk KSPI dan KSPSI, menggelar perayaan May Day bersama Presiden Prabowo di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Said sebelumnya menegaskan peringatan Hari Buruh bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai aspirasi pekerja kepada pemerintah.
Dalam peringatan Hari Buruh 2026, KSPI menyampaikan 11 tuntutan kepada Presiden Prabowo. Beberapa di antaranya terkait pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, hingga pengangkatan guru dan tenaga honorer.
“Dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari presiden,” ujar Said Iqbal pada peringatan May Day di Monas, Jakarta, 1 Mei 2026. Ia menilai respons tersebut menunjukkan adanya ruang dialog yang semakin terbuka antara pemerintah dan kalangan pekerja dalam membahas berbagai isu ketenagakerjaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....