Popularitas Tinggi, Pemerintah Perlu Perkuat Kualitas MBG

  • 05 Jun 2026 07:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lembaga survei Poltracking Indonesia menyebut popularitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) cukup tinggi di masyarakat.
  • Pemerintah diminta untuk memperkuat kualitas pelaksanaan dan memperluas manfaat program prioritas tersebut kepada masyarakat.
  • Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengungkapkan bahwa MBG menjadi program prioritas pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga survei Poltracking Indonesia menyebut popularitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) cukup tinggi di masyarakat. Hal ini, dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat kualitas pelaksanaan dan memperluas manfaat program prioritas tersebut kepada masyarakat.

Peneliti Poltracking Indonesia Ahmad Ziaul Fitrauddin mengatakan, perhatian publik terhadap MBG cukup tinggi. Masyarakat pun berharap program yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bisa berhasil.

Hal ini disampaikan dalam pemaparan hasil survei bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Isu Aktual Strategis yang digelar secara daring, Kamis 4 Juni 2026. Zia menjelaskan bahwa tingginya eksposur dan perhatian publik terhadap suatu program akan mendorong meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelaksanaannya.

"Dalam teori agenda setting, saya meminjam dari McCombs and Shaw bahwasannya program apa pun yang menjadi tinggi dalam penyiaran dalam narasi, akan mengunci ekspektasi publik terhadap kualitas. Artinya ketika sesuatu itu menjadi tinggi, maka akan menjadi perhatian kualitasnya. Sebagaimana kualitasnya tentu akan menjadi ekspektasi, harus baik," kata Zia.

Menurutnya, kondisi tersebut juga tidak terlepas dari tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat akibat kenaikan biaya hidup. Termasuk dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Karena itu, pemerintah dinilai memiliki ruang yang cukup besar untuk meningkatkan penerimaan publik. Yakni, melalui penyempurnaan berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

"Jadi penyempurnaan akurasi program prioritas pemerintah ini harus dilakukan secara konsisten, jangan hanya program mercusuarnya tapi juga program riil masyarakat. Jadi meja negosiasi itu bukan hanya di meja negosiasi elitis, tapi juga berdampak terhadap meja kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Zia menambahkan, tingginya ekspektasi publik terhadap MBG seharusnya dipandang sebagai peluang bagi pemerintah. Agar terus meningkatkan kualitas layanan, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengungkapkan bahwa MBG menjadi program prioritas pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dibandingkan program-program lainnya. "Program prioritas Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang paling dirasakan manfaatnya MBG (27,6 persen)," kata Masduri.

Selain dinilai paling bermanfaat, MBG juga menjadi program pemerintah yang paling dikenal masyarakat. Hasil survei menunjukkan sebanyak 92,1 persen responden mengetahui keberadaan program tersebut.

"Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka paling populer. Sebanyak 92,1 persen publik mengetahui program ini," ujar Masduri.

Dari responden yang mengetahui program MBG, sebanyak 55,6 persen menyatakan puas terhadap pelaksanaannya. Namun, persepsi terkait ketepatan sasaran program masih relatif berimbang.

Sebanyak 45,3 persen responden menilai program tersebut sudah tepat sasaran, sementara 46,3 persen menyatakan sebaliknya. Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 11–17 Mei 2026 terhadap 1.220 responden.

Selain MBG, program pemerintah yang dinilai paling bermanfaat oleh masyarakat adalah Kartu Indonesia Sehat (11,1 persen), Kartu Indonesia Pintar (10,1 persen). Kemudian, layanan kesehatan gratis (8,5 persen), serta Bantuan Subsidi Upah atau BSU (8,3 persen).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....