Presiden Prabowo Larang Telur Dadar dalam Menu MBG

  • 04 Jun 2026 13:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo melarang penggunaan telur dadar dalam menu Program Makan Bergizi Gratis.
  • Telur dalam MBG diminta disajikan utuh dalam bentuk ceplok atau rebus.
  • Presiden meminta sekolah ikut mengawasi kualitas menu MBG di lapangan.

RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menegaskan telur dadar tidak boleh lagi digunakan dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden meminta seluruh mitra penyedia makanan menyajikan telur dalam bentuk utuh agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga.

Di hadapan ribuan pelaksana dan mitra Program MBG, Presiden secara khusus menyoroti penyajian telur dalam menu makanan bagi siswa. Menurutnya, telur dadar berpotensi dicampur bahan lain sehingga kandungan telur yang diterima anak-anak menjadi berkurang.

“Mitra-mitra yang kedua, telur jangan bikin dadar. Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia,” kata Presiden dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.

Prabowo mengaku memahami praktik pengolahan telur dadar yang kerap dicampur berbagai bahan tambahan. Karena itu, ia meminta telur disajikan dalam bentuk yang mudah diawasi kualitas dan jumlahnya.

"Kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam. Tepungnya lebih banyak dari telurnya,” ujarnya.

"Jadi telur harus utuh, ceplok atau rebus,” kata Prabowo. Maka dengan demikian, standar gizi yang diterima anak-anak dapat lebih terjamin.

Presiden juga meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kepala sekolah, serta guru ikut mengawasi pelaksanaan ketentuan tersebut di lapangan. Menurutnya, pengawasan dari sekolah penting untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa sesuai standar.

Presiden secara khusus mengingatkan agar tidak ada lagi telur dadar maupun telur orak-arik dalam menu MBG. Selain itu, telur rebus yang diberikan kepada siswa juga harus sudah dikupas agar mudah dikonsumsi.

“Mendikdasmen, kepala sekolah, guru yakinkan tidak ada lagi telur dadar atau telur orek-orek. Harus diceplok atau bulat dan dikupas juga kulitnya,” ujar Kepala Negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....