Java Man Segera Kembali, Menbud: Masuk Tahap Pengemasan
- 05 Jun 2026 06:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Proses pemulangan sisa koleksi Java Man ke Indonesia sedang memasuki tahap pengemasan dan ditargetkan tiba dalam beberapa bulan mendatang.
- Setelah tiba di Indonesia, koleksi tersebut akan ditempatkan di Museum Nasional untuk mendukung edukasi, penelitian, dan pelestarian sejarah.
- Esti Nurjadin menilai repatriasi Java Man memiliki makna simbolis penting, menegaskan Indonesia mampu mengelola dan mengisahkan warisan sejarahnya sendiri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan proses pemulangan sisa koleksi Java Man ke Indonesia terus berjalan saat ini. Pemerintah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan pengiriman berlangsung sesuai ketentuan berlaku.
Menurutnya, koleksi tersebut saat ini sedang menjalani proses pengemasan sebelum dikirim menuju Indonesia dalam waktu dekat. Proses tersebut dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kondisi koleksi bersejarah agar tetap aman selama perjalanan berlangsung.
"Saat ini sedang di packing. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan," katanya saat ditemui wartawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis malam, 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemulangan koleksi Java Man menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelestarian warisan budaya dan sejarah nasional. Keberadaan koleksi tersebut diharapkan dapat memperkaya informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.
Selain itu, pemerintah menargetkan koleksi tersebut dapat segera ditempatkan di Museum Nasional setelah tiba Indonesia. Kehadiran koleksi itu diharapkan mendukung kegiatan edukasi, penelitian, serta pengenalan sejarah kepada masyarakat luas.
"Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan. Koleksi tersebut sudah dapat tiba di Museum Nasional Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin menyoroti repatriasi Java Man ke Indonesia. Menurutnya, repatriasi tersebut bukan sekadar pemindahan fisik tulang-belulang manusia purba.
"Ini adalah pesan simbolis bahwa Indonesia bukan sekadar situs tempat sejarah dunia ditemukan. Melainkan bangsa yang mampu mengurasi sejarahnya sendiri," katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Indonesia adalah pemilik salah satu warisan arkeologi dan paleoantropologi terkaya di dunia. Indonesia, kata dia, termasuk dalam sejarah evolusi manusia purba, perdagangan maritim kuno, pusat kerajaan Hindu-Buddha, hingga budaya megalitik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....