Penyimpanan Fosil Masterpiece Dubois Dipusatkan di Museum Nasional

  • 18 Des 2025 06:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan, koleksi Masterpiece Dubois akan dipusatkan secara permanen di Museum Nasional Indonesia. Sebagian koleksi lainnya direncanakan untuk dipamerkan di beberapa lokasi, termasuk Museum Sangiran.

"Koleksi masterpiece Dubois akan permanen ada di sini. Mungkin sebagian kita akan pikirkan, kita letakan jadi satu koleksi khusus Dubois di Sangiran juga bisa," katanya saat menghadiri acara Pembukaan Pameran Fosil Koleksi Eugene Dubois, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan, pembagian penempatan ini dilakukan agar seluruh masyarakat bisa melihat koleksi fosil tidak hanya satu tempat. Sehingga, pemerataan informasi dan manfaat edukatif dari fosil-fosil tersebut dapat dirasakan secara lebih luas.

Ia juga meyakinkan, proses pemulangan fosil akan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi kerusakan. "Enam kontainer, karena 28.131 buah jadi mengejarnya harus hati-hati," ujarnya.

Dia menegaskan, pengemasan fosil tidak dapat ditumpuk karena membutuhkan perlindungan khusus. Kemasan yang sangat protektif tersebut tentu memakan ruang yang cukup besar.

Oleh karena itu, pihaknya akan membahas teknis pengemasan dan pemulangan fosil lebih lanjut bersama tim repatriasi. Adapun perwakilan lainnya dari Belanda yang akan bertugas untuk mengurus pemulangan fosil.

"Upaya repatriasi sudah ada sejak tahun 1975. Tapi secara jumlah inilah yang terbesar dalam sejarah," ucapnya, menjelaskan.

Pemulangan fosil telah mendapat persetujuan dari pemerintah Belanda. Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan, Endah T.D Retno Astuti mengatakan, persetujuan diperoleh melalui Tim Rapat Repatriasi Indonesia.

"Keputusan ini telah menunjukkan fosil dan cara mereka mendapatkannya. Keputusan ini juga menunjukkan bahwa fosil tersebut adalah dari Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah Belanda berupaya untuk memperbaiki ribuan item fosil yang dikeluarkan pada 132 tahun lalu. "Kami memastikan pengambilan kedua kasus dan pengembanan data yang berkaitan dengan fosil tersebut," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....