Menbud: Upaya Repatriasi Fosil Indonesia Dilakukan Sejak Kemerdekaan
- 18 Des 2025 09:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengungkapkan, upaya repatriasi koleksi fosil telah dilakukan sejak lama. Bahkan, dimulai sejak awal kemerdekaan Indonesia, dengan total sekitar 2.000 item yang berhasil dipulangkan ke Tanah Air.
Menurutnya, momentum ini menjadi tonggak penting dalam sejarah repatriasi benda budaya Indonesia. Meski upaya pemulangan telah dilakukan sejak lama, dari sisi jumlah, repatriasi kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
"Secara jumlah inilah yang terbesar dalam sejarah. Saya kira ini adalah sejarah repatriasi yang ada di dunia yang terbesar, sebelumnya tidak pernah ada," kata politikus Gerindra ini usai menghadiri acara Pembukaan Pameran Fosil Koleksi Eugene Dubois, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).
Ia menilai, proses repatriasi ini turut menjadi perhatian publik internasional. Kolaborasi antara Indonesia dan Belanda, dapat menjadi contoh baik bagi negara lain dalam upaya pemulangan benda budaya.
Proses tersebut dilakukan melalui dialog yang intensif serta penelitian bersama antara peneliti Indonesia dan Belanda. Khususnya terkait penelusuran sejarah koleksi.
"Jadi ada yang namanya provenance research dan provenance research inilah yang menjadi dasar kemudian untuk dikembalikan. Dan tentu saja waktu itu ada tim yang bertemu, saya juga bertemu dengan Menteri Kebudayaan Belanda pada bulan Juni dulu," ucapnya.
Direktur Jenderal Naturalis Biodiversity Center Leiden Marcel Beukeboom menyampaikan rasa bahagia atas kepulangan fosil Indonesia dari Belanda. Ia mengatakan bahwa fosil tersebut telah diselamatkan oleh Museum Naturalis Leiden sejak lama.
"Mereka (fosil) telah memberikan pemahaman dan pembelajaran baru tentang asal usul manusia. Dan juga memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia," ujarnya, menjelaskan.
Ia berharap keberadaan fosil-fosil tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pendidikan, penelitian, dan kesadaran publik. Sehingga generasi sekarang maupun mendatang dapat memahami dan menghargai sejarah evolusi manusia dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....