Kebakaran di Kemayoran Hanguskan 250 Bangunan Semi Permanen

  • 02 Jun 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran di Kemayoran menghanguskan sekitar 250 bangunan semi permanen.
  • Sebanyak 300 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa terdampak kebakaran.
  • Polisi mengerahkan 200 personel dan mendirikan tenda pengungsian bagi warga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 250 bangunan semi permanen pada Senin malam, 1 Juni 2026.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Laporan mengenai peristiwa tersebut diterima petugas sekitar pukul 21.15 WIB.

"Kami menerima laporan kebakaran di kawasan Kebon Kosong Kemayoran pada malam hari. Kami langsung mengerahkan personel gabungan bersama petugas damkar ke lokasi," kata Kombes Pol Reynold dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia mengatakan, api diduga pertama kali muncul dari dua rumah warga di kawasan tersebut. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke bangunan lain.

Kebakaran terjadi di RT 002 RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kawasan tersebut, kata dia, merupakan permukiman padat penduduk dengan jarak antarrumah yang berdekatan.

Reynold mengatakan pihaknya langsung mengerahkan ratusan personel untuk membantu penanganan kebakaran. Personel tersebut juga membantu proses evakuasi warga terdampak.

"Sekitar 200 personel kami kerahkan untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang milik mereka. Kami juga memastikan proses penanganan berjalan aman dan lancar," ujarnya.

Selain membantu evakuasi, polisi berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya. Koordinasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi.

Dapur lapangan mulai disiapkan sejak dini hari untuk membantu kebutuhan para pengungsi. Fasilitas tersebut disiapkan bagi warga yang terdampak kebakaran.

Polisi bersama unsur terkait juga mendirikan tenda pengungsian di kawasan Kebon Kosong. Tenda tersebut digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi warga.

"Kita juga memasang tenda pengungsian di lokasi Kebon Kosong. Tujuannya agar warga terdampak mendapatkan tempat penampungan sementara," katanya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 300 kepala keluarga terdampak kebakaran tersebut. Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 500 jiwa.

Kapolres mengatakan tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat kebakaran tersebut. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

Dua korban bernama Puput dan Dika menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran. Sementara itu, korban bernama Suparno dirujuk ke RSCM Jakarta.

Kapolres juga menyampaikan keterangan saksi bernama Darni selaku pengurus RW 04. Menurut saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB.

Api terlihat berasal dari dua rumah warga yang berada di belakang kediamannya. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api cepat membesar. Kobaran api kemudian merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Sejauh ini, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di kawasan permukiman tersebut. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan.

Untuk memadamkan api, lebih dari 25 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas juga melakukan proses pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....