Terancam Bangkrut, DPR Dorong Pemerintah Pikirkan Nasib Peternak Ayam Petelur

  • 02 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggoa Komisi IV DPR RI, Riyono Caping mendorong, pemerintah memikirkan nasib peternak ayam petelur.
  • Politikus PKS ini menegaskan, para peternak ayam petelur harus mendapatkan kepastian harga dari pemerintah.
  • Aksi pembagian 62 ton telur di Blitar menjadi puncak usaha para peternak lokal di Jatim.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggoa Komisi IV DPR RI, Riyono Caping mendorong, pemerintah memikirkan nasib peternak ayam petelur. Mengingat, banyak peternak ayam petelur di Indonesia saat ini terancam bangkrut, salah satunya di wilayah Magetan, Jawa Timur.

Politikus PKS ini menegaskan, para peternak ayam petelur harus mendapatkan kepastian harga dari pemerintah. Sekaligus, juga jaminan penyerapan dari program pemerintah melalui instruksi langsung.

“Peternak ayam petelur harus mendapatkan kepastian harga dan jaminan penyerapan dari program pemerintah MBG. Melalui instruksi langsung dari BGN,” kata Riyono dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Riyono pun menyoroti, aksi pembagian telur sebanyak satu ton lebih di Magetan oleh peternak telur ayam. Aksi tersebut, pada kenyataannya belum mampu mengangkat kondisi harga telur di level peternak.

“Aksi pembagian 62 ton telur di Blitar menjadi puncak usaha para peternak lokal di Jatim. Harga sudah gak masuk akal, penyerapan di program MBG juga belum maksimal, para tengkulak bisa mempermainkan harga," ucap Riyono.

Kemudian, Riyono mengungkapkan, stok telur nasional saat ini dalam posisi melimpah. Pada akhir 2025, terdapat stok 6,52 juta ton dan kebutuhan nasional non MBG 6,225 juta ton.

"Masih ada kelebihan stok 295 ribu ton di lapangan. Ini memberikan jaminan harusnya harga bisa stabil dan menyejahterakan peternak," ujar Riyono.

Kemudian, Riyono menuturkan, seharusnya harga telur bisa stabil di kisaran Rp24-26 ribu per kg di peternak. Semua itu, demi terdapat margin untuk produksi kembali.

"Jika harga terus turun maka produksi nasional bisa terancam turun. Pemerintah harus tegas dan jelas, Pastikan harga beli di kandang peternak lokal sesuai HAP dikisaran Rp22-25 ribu agar di konsumen maksimal Rp30 ribu," kata Riyono.

Sebelumnya diberitakan, hal itu bermula dari aksi deemo para peternak ayam petelur di Magetan. Harga telur jatuh ke titik rugi bagi para peternak.

Di kandang, telur hanya di beli dengan harga Rp21.000-Rp22.000/kg. Dengan ongkos produksi kisaran Rp23.000 maka sudah pasti peternak terancam gulung tikar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....