Dorong Keanekaragaman Protein, DPR Usulkan Telur Bebek untuk MBG
- 19 Mei 2026 09:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- DPR mendorong telur bebek menjadi alternatif sumber protein dalam program MBG.
- Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu penyerapan hasil produksi peternak bebek.
- DPR juga menyoroti belum adanya subsidi pakan untuk sektor peternakan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, mendorong pemanfaatan telur bebek dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai dapat memperluas variasi sumber protein sekaligus membantu peternak bebek yang tengah mengalami tekanan usaha.
Menurut Achmad, telur bebek memiliki kandungan protein yang baik untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat. Karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) diminta mempertimbangkan penggunaan telur bebek dalam menu program MBG.
Ia menjelaskan, nomenklatur kebutuhan protein dalam program MBG tidak secara khusus membatasi jenis telur yang digunakan. Dengan demikian, telur bebek dinilai dapat menjadi alternatif selain telur ayam.
“Yang saya tahu di nomenklatur BGN Republik Indonesia kebutuhan protein itu disebutnya diantaranya telur, daging. Telurnya telur apa tidak disebut, karena itu mungkin perlu semacam keanekaragaman di samping telur ayam juga ada pilihan telur bebek," ujar Achmad di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Selain mendukung variasi menu bergizi, Achmad menilai kebijakan tersebut juga dapat membantu penyerapan hasil produksi peternak bebek nasional. Menurutnya, banyak peternak saat ini masih menghadapi kerugian akibat tingginya biaya produksi.
Politisi yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI itu turut menyoroti belum adanya subsidi pakan bagi sektor peternakan. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sektor pertanian yang memperoleh subsidi pupuk cukup besar dalam APBN 2025.
Achmad menilai negara perlu hadir memberikan perlindungan terhadap peternak melalui intervensi anggaran. Dukungan tersebut dinilai penting agar sektor peternakan tetap bertahan dan mampu mendukung program pangan nasional.
“Sebagai anggota banggar, saya pikir kenapa tidak ada subsidi untuk pakan untuk peternak. Karena terus terang bahwa hadirnya negara ini kan filosofisnya untuk melindungi warganya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....