Prihatin Harga Telur Anjlok, Legislator Dorong Kemendag Gandeng BGN
- 27 Mei 2026 18:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prihatin Harga Telur Anjlok, Legislator Dorong Kemendag Gandeng BGN
- Peternak ayam petelur di sejumlah daerah sedang terancam bisnisnya sebagai imbas jatuhnya harga jual dalam beberapa minggu terakhir
RRI.CO.ID, Jakarta - Peternak ayam petelur di sejumlah daerah sedang terancam bisnisnya sebagai imbas jatuhnya harga jual dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini dipicu oleh over supply di pasar yang tidak sebanding dengan serapan pasar dan daya beli masyarakat.
Terkait hal itu , Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Sarifah Suraidah Harum mengaku ikut prihatin. ”Turut prihatin, karena ini menyangkut kelangsungan UMKM yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga," kata Sarifah dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 27 Mei 2026.
"Dengan harga telur yang turun saat ini, maka dampaknya cukup signifikan bagi peternak. Harus ada langkah konkret untuk menyelamatkan usaha di tingkat peternak,” ujarnya.
Ia menambahkan, di satu sisi saat ini pasokan telur ayam di eceran sangat melimpah. Meski demikian pada kenyataannya bahwa serapan di pasar tidak bisa mengangkat harga jual.
Akibatnya harga telur anjlok. Awal bulan ini, harga telur ayam di tingkat peternak sempat mencapai level terendah Rp 20.400 per kilogramnya. .
Sementara per, Senin, 24 Mei 2026, harga telur masih di kisaran Rp 22.000 hingga Rp 22.800 per kilogram. Harga itu jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
”Ini masalah tata niaga yang harus segera diurai oleh Kementerian Perdagangan. Sebagai Mitra Kerja Kemendag, Komisi VI DPR mendorong ada upaya konkret untuk menjaga rantai pasok dan permintaan telur, " ucapny
"Produksi telur di tanah air cukup kuat untuk menopang ketahanan pangan nasional,” kata Bunda Harum, sapaan akrab Sarifah Suraidah. Untuk itu, ia mendorong Kementerian Perdagangan untuk segera membangun kesepakatan strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kerja sama ini guna mengoptimalkan penyerapan stok telur lokal sebagai upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sarifah mendorong lahirnya regulasi yang tegas dan integratif untuk menjaga keberlangsungan ekosistem perunggasan nasional dari hulu hingga hilir.
"Kami meminta Kemendag segera berkoordinasi secara intensif dengan BGN untuk menghidupkan. Mengarahkan skema program MBG agar memprioritaskan stok dari peternak lokal," ucapnya
"Menyelamatkan sektor perunggasan nasional bukan hanya soal menjaga stabilitas harga. Tetapi juga melindungi mata pencaharian jutaan peternak di daerah," katanya.
Sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah stabilisasi harga telur di tengah fluktuasi harga di sejumlah daerah. Pemerintah ingin menjaga usaha peternak rakyat tetap berjalan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan pemerintah memahami tekanan yang dihadapi peternak. Fluktuasi harga disebut memengaruhi kondisi usaha peternak ayam petelur.
“Kami memahami tekanan yang dirasakan peternak layer rakyat akibat fluktuasi harga telur. Negara harus hadir menjaga peternak rakyat,” kata Agung di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.
Kementan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan asosiasi peternak. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan telur nasional.
Pemerintah juga mendorong penguatan serapan pasar dan distribusi antardaerah. Hilirisasi produk peternakan turut diperkuat untuk memperluas pasar.
“Kami terus mendorong penguatan serapan pasar dan hilirisasi produk peternakan. Langkah ini penting menjaga harga di tingkat peternak,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....