Mensos: Lansia Harus Jadi Aset Pembangunan
- 30 Mei 2026 07:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos: Lansia Harus Jadi Aset Pembangunan
- Jumlah Lansia Diproyeksi Capai 65,8 Juta Jiwa
- HLUN 2026 Dorong Lansia Tetap Produktif
- Usia Harapan Hidup Masyarakat Terus Meningkat
- Kemensos Siapkan Layanan dan Bantuan Lansia
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menegaskan lansia harus dipandang sebagai aset pembangunan. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026.
Menurut Gus Ipul, Indonesia tengah memasuki fase ageing population atau meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Kondisi tersebut berpotensi menjadi bonus demografi kedua menuju Indonesia Emas 2045.
“Lansia bukan beban pembangunan, melainkan bagian penting dari masyarakat yang harus dijaga dan dilindungi serta mendapat pemberdayaan,” kata Gus Ipul di Jakarta, Jumat 29 Mei 2026.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik, jumlah lansia Indonesia diperkirakan mencapai 65,82 juta jiwa pada 2045. Angka itu setara dengan 20,31 persen dari total penduduk Indonesia.
Di saat yang sama, usia harapan hidup masyarakat Indonesia juga terus meningkat. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2024 menunjukkan usia harapan hidup naik dari sekitar 70 tahun pada 2015 menjadi 72 tahun pada 2024.
Gus Ipul mengatakan peningkatan jumlah lansia harus diiringi upaya menjaga kesehatan dan produktivitas mereka. Dengan begitu, lansia dapat tetap berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional menjadi momentum penting. Meneguhkan komitmen bersama untuk memuliakan para lansia,” ucapnya.
HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Kementerian Sosial mengajak seluruh elemen masyarakat memastikan lansia tetap dihormati, dilindungi, dan diberdayakan.
Dalam rangkaian peringatan HLUN, Kemensos menyiapkan berbagai layanan bagi lansia. Di antaranya operasi katarak gratis, pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, bantuan ATENSI, alat bantu, hingga program kewirausahaan.
Puncak peringatan HLUN 2026 digelar di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan diprioritaskan di wilayah dengan jumlah lansia miskin tinggi, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta kawasan urban rentan.
Kemensos menegaskan peringatan HLUN tahun ini tidak berfokus pada seremoni besar. Program diarahkan agar memberi manfaat langsung bagi para lansia di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....