Bone Jadi Percontohan Hilirisasi Ayam Nasional

  • 30 Mei 2026 06:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bone dipilih sebagai percontohan hilirisasi ayam terintegrasi nasional
  • Kementan dan BUMN pangan siapkan penguatan peternak rakyat dari hulu hingga hilir
  • Sulawesi Selatan menjadi satu dari lima provinsi prioritas pengembangan ayam nasional
  • Negara akan menyiapkan bibit dan pakan melalui BUMN serta menyerap hasil produksi
  • Bone dipilih karena basis peternakan rakyat kuat dan produksi jagung melimpah

RRI.CO.ID, Makassar - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN pangan menyiapkan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Program ini dirancang untuk memperkuat peternak rakyat melalui integrasi usaha dari hulu hingga hilir.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan program tersebut merupakan proyek strategis nasional yang dipantau langsung pemerintah. Fokusnya membangun ekosistem peternakan rakyat yang berkelanjutan.

“Ini bukan main-main. Ini adalah proyek strategis nasional yang memang dijaga untuk membangun ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi. Sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat,” kata Agung dalam rapat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Makassar, Kamis, 28 Mei 2026.

Sulawesi Selatan menjadi satu dari lima provinsi prioritas pengembangan hilirisasi ayam nasional. Kabupaten Bone dipilih karena memiliki basis peternakan rakyat yang kuat serta dukungan produksi jagung sebagai bahan baku pakan.

Menurut Agung, negara melalui BUMN akan memperkuat sektor hulu dengan penyediaan bibit dan pakan. Hasil produksi peternak kemudian diserap melalui pola kemitraan yang terintegrasi.

“Negara melalui BUMN akan menyiapkan bibit dan pakannya. Kemudian akan menyerap hasilnya,” ucapnya.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyatakan pemerintah daerah siap mempercepat pelaksanaan program tersebut. Bone memiliki areal jagung sekitar 60 ribu hektare dan dapat mencapai 120 ribu hektare pada musim tertentu.

“Kami sangat bersyukur karena kebutuhan bahan baku pakan. Nantinya bisa disuplai dari daerah kami sendiri,” katanya.

Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari, I Putu Yastika, menegaskan program tersebut tidak sekadar membangun proyek peternakan. Menurutnya, program ini membangun ekosistem usaha yang memberikan kepastian bagi peternak rakyat.

“Keterbukaan dan kolaborasi yang kuat adalah kunci keberhasilan program ini. Program ini tidak akan berhasil kalau kita tidak membangun komunikasi yang baik dan bersinergi bersama,” ucap I Putu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, H. Mulyadi Atma, mengatakan peternak rakyat siap mendukung program tersebut. Pola kemitraan yang dibangun dinilai memberi kepastian bahan baku dan pasar bagi peternak mandiri.

“Harapan kami, program ini bisa langsung berjalan di sektor budidayanya dengan melibatkan peternak-peternak mandiri yang ada di Sulawesi Selatan,” ucap H. Mulyadi Atma.

Kementan menilai hilirisasi ayam terintegrasi di Bone dapat menjadi model nasional pengembangan peternakan modern berbasis kemitraan. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....