81 Tahun Merdeka, Presiden Prabowo Puji Capaian Hilirisasi Mineral Nasional
- 20 Agt 2026 11:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mendorong hilirisasi mineral dan batu bara sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat industri nasional.
- Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguasaan teknologi, kekayaan intelektual, manajemen, pasar, dan pengalaman global untuk memperkuat industri nasional.
- Hilirisasi diarahkan agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk antara hingga produk akhir bernilai tambah tinggi di dalam negeri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus mendorong hilirisasi mineral dan batu bara sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat struktur industri nasional. Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, pemerintah menargetkan kekayaan minerba tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk antara hingga produk akhir di dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI menyampaikan, pemerintah telah meluncurkan 26 proyek hilirisasi sepanjang 2026. "Pada 6 Februari 2026, kita meluncurkan 13 proyek hilirisasi, dan 13 proyek hilirisasi lagi pada 29 April 2026," kata Presiden.
Untuk sektor mineral dan batu bara, proyek tersebut mencakup pengembangan rantai bauksit menjadi alumina dan aluminium, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan nikel, hingga batu bara menjadi dimethyl ether (DME).
"Proyek-proyek tersebut antara lain pengolahan batu bara menjadi DME untuk menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta smelter alumina menjadi aluminium. Proyek-proyek tersebut menghasilkan puluhan ribu lapangan pekerjaan," ujarnya.
Presiden menilai hilirisasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat industri nasional. Pemerintah juga mengarahkan kekuatan badan usaha milik negara (BUMN) untuk menopang pembangunan industri dari sektor hulu hingga hilir.
"Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk mendorong downstreaming kita, dengan juga upstreaming," kata Presiden.
MIND ID Perkuat Integrasi Hulu-Hilir
Agenda hilirisasi tersebut menempatkan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID pada posisi strategis. Melalui anggota grupnya, yakni ANTAM, INALUM, PT Bukit Asam (PTBA), PT Timah, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia, MIND ID mengintegrasikan rantai nilai berbagai komoditas mineral dan batu bara.
MIND ID berperan sebagai integrator yang menghubungkan sumber daya mineral di sektor hulu dengan fasilitas pengolahan hingga manufaktur di sektor hilir. Salah satu contoh konkret terlihat pada pengembangan rantai bauksit-alumina-aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
Dalam proyek tersebut, ANTAM berperan dalam pengelolaan sumber daya dan tambang bauksit. Selanjutnya, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan patungan ANTAM dan INALUM, mengolah bauksit menjadi smelter grade alumina.
Alumina tersebut kemudian menjadi bahan baku produksi aluminium oleh INALUM. Rantai terintegrasi ini diperkuat dengan dukungan PTBA melalui penyediaan energi untuk ekosistem industri aluminium.
Fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina di Mempawah memiliki kapasitas sekitar satu juta ton alumina per tahun. Proyek tersebut menjadi bagian dari groundbreaking hilirisasi tahap pertama pada 6 Februari 2026.
Proyek hilirisasi fase pertama yang tersebar di 13 lokasi memiliki nilai investasi total hingga USD7 miliar dan diperkirakan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.
Tembaga dan Emas Masuk Tahap Manufaktur
Hilirisasi juga dikembangkan pada komoditas tembaga dan emas. MIND ID melalui PT Freeport Indonesia memasok produk tembaga untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk manufaktur.
Dalam proyek hilirisasi yang diluncurkan pada 29 April 2026, MIND ID menggandeng Pindad untuk mengolah katoda tembaga menjadi brass cup dengan kapasitas 10.000 ton per tahun. MIND ID juga menyiapkan fasilitas produksi batang tembaga dan kawat tembaga berkapasitas hingga 300 ribu ton per tahun serta pipa tembaga dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun.
Untuk emas, ANTAM memperkuat rantai hilirisasi melalui pengolahan dan pemurnian logam mulia. MIND ID juga mengintegrasikan pasokan emas dari Freeport Indonesia dengan fasilitas pengolahan ANTAM.
Langkah tersebut menunjukkan arah hilirisasi yang tidak lagi berhenti pada proses smelting maupun pemurnian. Tetapi, mulai bergerak menuju manufaktur yang menggunakan produk mineral sebagai bahan baku.
Nikel dan Ekosistem Kendaraan Listrik
Komoditas nikel juga menjadi bagian penting dalam strategi hilirisasi MIND ID. ANTAM terlibat dalam rantai nilai nikel, mulai dari pertambangan hingga pengembangan material dan ekosistem baterai kendaraan listrik.
Pengembangan ekosistem baterai menjadi bagian dari upaya membangun rantai industri mineral strategis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan pola tersebut, bijih mineral diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas primer, tetapi dapat menjadi bahan baku industri bernilai tambah tinggi untuk kendaraan listrik dan kebutuhan manufaktur masa depan.
Batu Bara Diolah Menjadi DME
Hilirisasi minerba tidak hanya menyasar mineral logam. Batu bara juga diarahkan untuk menghasilkan produk turunan bernilai tambah.
PT Bukit Asam (PTBA) menjadi salah satu perusahaan yang memegang peran penting dalam pengembangan hilirisasi batu bara. Termasuk, proyek pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
DME dirancang sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Pemerintah menyebut sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor.
Selain DME, MIND ID bersama Pertamina juga mengembangkan opsi pengolahan batu bara menjadi produk energi alternatif lain, seperti synthetic natural gas (SNG) dan metanol. Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi batu bara diarahkan tidak hanya pada penjualan komoditas mentah, tetapi juga pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Penguasaan Teknologi Jadi Kunci
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan kekuatan BUMN untuk memperoleh teknologi, kekayaan intelektual, manajemen, pasar, dan pengalaman dari perusahaan-perusahaan terbaik dunia.
"Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka," ujarnya..
Menurut Presiden, penguasaan teknologi dan industri menjadi faktor penting agar Indonesia tidak terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. "Sehingga nanti ekonomi kita akan kuat," ucap Kepala Negara.
Pemerintah berharap penguatan rantai industri dari hulu hingga hilir dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi dan industri. Sekaligus, meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....