Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Hilirisasi dan Perampingan BUMN
- 05 Sep 2026 09:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menekankan percepatan hilirisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia di dalam negeri.
- Penataan dan perampingan BUMN diarahkan untuk memperkuat investasi dan menciptakan efisiensi yang lebih besar bagi perusahaan negara.
- Langkah-langkah ini ditujukan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan percepatan hilirisasi serta penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat investasi, dan menciptakan efisiensi perusahaan negara.
“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Kemudian juga memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” ujar keterangan yang diunggah akun Instagram @sekretariat.ksbinet, Sabtu, 5 September 2026.
Presiden menyoroti mengenai penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN disebut telah ditutup.
“Perkembangan pelaksanaan instruksi Presiden terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut diklaim telah menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun,” ucap keterangan tersebut.
Pemerintah selanjutnya menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses perampingan dan konsolidasi perusahaan milik negara.
Penataan tersebut diproyeksikan memberikan efisiensi anggaran yang lebih besar. “Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun,” ujar keterangan tersebut.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Hal itu guna menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” lanjut keterangan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menerima sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. Presiden menerima laporan langsung dari Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara
Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Kemudian turut serta dalam rapat tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....