BGN Tutup Sementara Pendaftara Mitra MBG, Fokus Validasi Data Nasional

  • 29 Mei 2026 19:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sony Sonjaya mengungkapkan bahwa pengajuan mitra baru Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini ditutup sementara.
  • Kebijakan ini dilalukan karena BGN tengah memfokuskan diri pada proses validasi data nasional terhadap seluruh pengajuan yang telah masuk.
  • Secara nasional jumlah dapur MBG yang telah lolos verifikasi mencapai 29.400 lokasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan bahwa pengajuan mitra baru Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini ditutup sementara. Kebijakan tersebut diambil karena BGN tengah memfokuskan diri pada proses validasi data nasional terhadap seluruh pengajuan yang telah masuk.

“Portal mitra sudah ditutup, dan sekarang BGN sedang melakukan validasi data. Pendataan dilakukan secara bottom-up melalui sistem mulai tingkat desa,” kata Sony, Jumat 29 Mei 2026.

Menurutnya, proses verifikasi dilakukan secara berlapis untuk memastikan kelayakan lokasi, kapasitas, serta kesiapan fasilitas calon mitra sesuai standar operasional program MBG. Langkah ini juga bertujuan agar distribusi layanan gizi lebih merata dan tidak menumpuk di wilayah tertentu.

BGN sebelumnya menegaskan bahwa calon mitra dilarang membangun dapur MBG sebelum dinyatakan lolos verifikasi resmi. Pengajuan kemitraan pun wajib dilakukan melalui portal resmi BGN secara daring.

Sony mengatakan tingginya antusiasme masyarakat membuat BGN harus melakukan penataan data secara nasional. Sebelumnya, ribuan usulan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

BGN memastikan penutupan portal bersifat sementara dan dilakukan untuk mendukung akurasi data serta efektivitas pelaksanaan Program MBG di lapangan. Adapun masyarakat yang ingin menjadi mitra BGN untuk membuka dapur MBG wajib mendaftar melalui portal resmi mitra.BGN.go.id.

Ia menyebutkan, secara nasional jumlah dapur MBG yang telah lolos verifikasi mencapai 29.400 lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.900 dapur sudah mulai beroperasi.

“Saat ini yang terverifikasi secara nasional ada 29.400 dapur. Dan yang sudah operasional 27.900 dapur,” kata Sony.

Menurutnya, jumlah tersebut sudah mendekati target kebutuhan nasional sebanyak 30 ribu dapur MBG atau sekitar 80 persen dari total kebutuhan. Adapun sisanya masih menunggu hasil validasi data riil, terutama untuk wilayah terpencil.

Ia pun mengingatkan, bahwa seluruh proses pendaftaran dan administrasi dilakukan secara daring. Menurut Sony, calon mitra hanya akan bertemu petugas lapangan saat proses survei lokasi berlangsung.

Ia juga memastikan tidak ada pungutan biaya dalam tahapan verifikasi pengajuan kemitraan tersebut. “Pendaftaran dilakukan secara daring, administrasi juga secara daring, di lapangan itu hanya bertemu dengan petugas lapangan yang survei,” ujarnya.

Dalam proses pendaftaran, calon mitra harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi. Seperti data nama dan pengurus yayasan, NPWP, hingga Nomor Induk Berusaha (NIB).

Setelah dinyatakan lolos verifikasi, calon mitra akan memperoleh nomor ID yayasan enam digit. Selanjutnya, mereka baru diperbolehkan mengajukan titik lokasi dapur MBG.

Sony menjelaskan, sistem pendaftaran juga telah dilengkapi informasi kuota lokasi dapur. Jika lokasi yang diajukan sudah penuh, sistem akan otomatis memberikan penanda khusus.

“Di sistem itu sudah menginformasikan ketika titik lokasi dapur yang diajukan kuotanya sudah terisi. Sistem akan memberikan informasi dan ada tulisan blok merah,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....