UNY Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Alumni Palsukan Riset di ISPPD Denmark 2026
- 27 Mei 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UNY menelusuri dugaan keterlibatan dua alumninya, Rifaldy Fajar dan Prihantini, dalam kasus pemalsuan riset konferensi internasional.
- Wakil Rektor UNY Nur Hidayanto menegaskan kedua nama tercatat sebagai alumni Matematika, namun identitasnya masih diverifikasi.
- Kemdiktisaintek turut mengusut dugaan pelanggaran integritas akademik ISPPD 2026 dengan mengedepankan verifikasi objektif dan kehati-hatian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Negeri Yogyakarta menelusuri dugaan keterlibatan dua alumninya dalam kasus pemalsuan riset konferensi internasional terbaru tersebut. Dua alumni yang disebut dalam dugaan tersebut yakni Rifaldy Fajar dan Prihantini berdasarkan informasi beredar luas di masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto membenarkan kedua nama tercatat dalam database lulusan resmi kampus tersebut sebelumnya. Ia menjelaskan, Rifaldy merupakan lulusan Matematika 2014 sedangkan Prihantini tercatat sebagai lulusan Matematika tahun 2015 resmi.
"Dua nama yakni Rifaldy Fajar dan Prihantini, dua nama itu memang ada di database alumni kami resmi kampus. Hanya ini mesti kami telusuri apakah dua nama itu benar nama dimaksud atau bukan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia mengatakan pihaknya telah berusaha menghubungi Rifaldy, namun nomor telepon bersangkutan diketahui sudah berganti sejak lama. Sementara itu, ia menyebut pihak kampus berhasil menjalin komunikasi dengan Prihantini melalui aplikasi pesan secara langsung.
Dalam percakapan tersebut, Prihantini meminta maaf karena kegaduhan media sosial turut membawa nama Universitas Negeri Yogyakarta. Ia juga berjanji memberikan klarifikasi terkait dugaan kesalahpahaman informasi yang tersebar cepat tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihaknya.
"Jawabannya: 'Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi di medsos yang membawa nama UNY. Kami menyatakan telah terjadi miskonsepsi di beberapa pihak dan menyebar di medsos dengan cepat," katanya saat membacakan pesan dari Prihantini.
Meski demikian, ia masih meragukan identitas nomor kontak tersebut benar milik Prihantini dimaksud dalam pemberitaan media sosial. Ia menambahkan Rifaldy Putra dan Prihantini tidak tercatat sebagai dosen maupun peneliti aktif dalam database resmi kampus.
Ia juga membantah keberadaan Jurusan Bedah Transplantasi Hati maupun Laboratory Yogyakarta State University, Biology di lingkungan UNY. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat jurusan ataupun departemen dengan nama tersebut dalam struktur resmi universitas tersebut.
"Tidak ada nama jurusan itu dan departemen itu di UNY," ujarnya menegaskan klarifikasi terkait informasi beredar sebelumnya. Ia juga mengingatkan seluruh alumni UNY tetap menjaga integritas serta nama baik institusi dimanapun mereka berada nantinya.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengusut dugaan pelanggaran integritas akademik konferensi internasional ISPPD 2026 melibatkan WNI tertentu. Menteri Kemendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan pihaknya terus berkoordinasi mendalami fakta, afiliasi, dan keterkaitan institusi pendidikan terkait secara nasional menyeluruh.
"Kita juga harus mengedepankan prinsip kehati-hatian," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 27 Mei 3026. Ia menegaskan seluruh pihak terkait wajib memperoleh kesempatan klarifikasi melalui verifikasi objektif berdasarkan bukti akademik resmi yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....