Indonesia dan Berlin Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

  • 26 Mei 2026 22:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekonomi Kreatif RI bahas kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan AsiaBerlin
  • Fokus utama kolaborasi mencakup pertukaran talenta kreatif Indonesia–Berlin
  • Kolaborasi lintas negara dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri kreatif nasional
  • AsiaBerlin menawarkan program kolaborasi seperti AsiaBerlin Summit 2026
  • Pertemuan turut membahas peluang partisipasi kreator Indonesia dalam forum inovasi dan jejaring kreatif Eropa

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, membahas peluang kerja sama ekonomi kreatif antara dengan AsiaBerlin. Audiensi di Autograph Tower, Jakarta, Selasa 26 Mei 2026, pertemuan membahas pertukaran talenta kreatif dan penguatan jejaring startup.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menilai kolaborasi internasional harus memberi manfaat nyata. Menurutnya, pelaku kreatif membutuhkan akses pasar dan jejaring global lebih luas.

“Kita ingin talenta Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tampil di ekosistem internasional. Makanya kami membahas peluang ini,” ujar Wamen Ekraf, Irene Umar.

AsiaBerlin juga memaparkan sejumlah program yang berpotensi dikolaborasikan bersama Kementerian Ekraf. Di antaranya partisipasi dalam AsiaBerlin Summit 2026, hingga keterlibatan kreator Indonesia dalam forum inovasi dan jejaring kreatif Eropa.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyoroti pentingnya penguatan posisi Indonesia di ekosistem global. Langkah itu dinilai mendukung promosi budaya, inovasi, dan talenta kreatif nasional.

“Kita ingin memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki produk kreatif, tetapi juga kapasitas untuk membangun pengaruh melalui budaya, inovasi, dan talenta. Kolaborasi lintas negara menjadi penting agar karya kreatif Indonesia semakin terhubung dengan ekosistem global dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” kata Wamen Ekraf.

Kementerian Ekonomi Kreatif turut memperkenalkan sejumlah program internasionalisasi ekonomi kreatif yang tengah dipersiapkan. Termasuk di Singapura yang akan melibatkan subsektor musik, fesyen, desain, arsitektur, dan hospitality.

Program tersebut tidak hanya dirancang untuk memperluas eksposur IP (Intellectual Property) lokal. Melainkan sekaligus membuka akses pasar dan jejaring internasional bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Berlin saat ini berkembang sebagai salah satu pusat ekosistem kreatif, dan startup di Eropa. Menurut AsiaBerlin Ambassador, Daniel Tumewu, Berlin terbuka terhadap pertukaran ide, budaya, dan inovasi dari berbagai negara.

“Jakarta memiliki posisi strategis dalam hubungan dengan Berlin, termasuk melalui status sister city yang selama ini aktif berjalan. Kami melihat potensi besar Indonesia untuk terhubung lebih luas dengan ekosistem kreatif, startup, dan inovasi di Berlin,” ujar Daniel Tumewu, yang juga merupakan CEO dan Co-Founder Hi Incubator.

Lebih jauh, audiensi membuka peluang tindak lanjut kolaborasi, antara Indonesia dan Berlin. Yaitu melalui program pertukaran talenta kreatif, forum internasional, hingga promosi lintas ekosistem dan pelaku ekonomi kreatif kedua negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....