Kementerian Ekraf-Kedubes RI Sepakat Bangun Jejaring Mitra Strategis di AS
- 15 Apr 2026 12:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekonomi Kreatif siap menjalin kerja sama dengan mitra strategis di Amerika Serikat.
- Upaya ini untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui akses pasar, transfer pengetahuan, dan pengembangan talenta.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kerja sama dengan sejumlah mitra strategis di Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui akses pasar, transfer pengetahuan serta pengembangan talenta kreatif.
AS dinilai menjadi salah satu negara dengan potensi besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat global. Hal ini disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
“Negara-negara yang maju ekonomi kreatifnya adalah negara dengan akar budaya yang kuat. Kita tahu Amerika dengan lokomotifnya dengan film Hollywood dan bisa diikuti dengan gerbong subsektor ekonomi kreatif lainnnya,” ujarnya, dalam pertemuan daring bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBPP) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, Selasa, 14 April 2026.
Budaya Nusantara, menurut Teuku Riefky, dinilai perlu terus dilindungi, baik sebagai warisan (heritage) maupun berbagai turunannya. Namun demikian, upaya pelestarian tersebut juga harus diiringi dengan sentuhan inovasi, teknologi, dan kreativitas.
Dengan pendekatan tersebut, sektor ekonomi kreatif diyakini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar. Menteri Ekraf juga menyampaikan kolaborasi sektor ekraf tingkat global, salah satunya World Conference on Creative Economy (WCCE).
Sementara itu, Dubes LBPP RI untuk Amerika Serika, Dwisuryo Indroyono Soesilo menyambut positif upaya Kementerian Ekraf. Untuk itu, Kedutaan Besar RI di Amerika Serikat siap bekerjasama untuk menjaring mitra strategis di Amerika Serikat.
Hal ini agar dapat berkolaborasi dengan pegiat ekonomi kreatif melalui Kementerian Ekraf. Indroyono juga mengajak Kemenekraf menjalin komunikasi dengan pihak Kedubes sebelum penyelenggaraan WCCE pada bulan Oktober.
Harapannya bisa memberikan dampak positif bagi nilai investasi ekonomi kreatif nasional dan pengembangan pegiat kreatif di Tanah Air. “Yang belum ada mitra ke Amerika kita akan dorong, bisa aplikasi, kriya, kerajinan, kuliner,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....