Dari Kampus ke Global: Kementerian Ekraf Dorong IP Lokal Naik Kelas
- 17 Apr 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan talenta dan Intellectual Property sebagai kunci penguatan ekonomi kreatif, dengan kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan industri.
- Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat ekosistem industri kreatif, termasuk mendorong lahirnya IP orisinal, seiring meningkatnya potensi dan permintaan global.
RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya talenta dan Intellectual Property. Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi di Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pada Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi kunci penguatan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth. Percepatan ekosistem ekonomi kreatif, katanya, dapat dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah, kampus, dan industri.
“Kita perlu kurasi bersama kampus dan asosiasi untuk memilih talenta dan IP yang paling siap. Lalu kita akselerasi, dari komersialisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar nasional dan global,” ujar Teuku Riefky.
Ia menegaskan, Kementerian Ekraf akan berperan sebagai akselerator dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif. “Kita tidak ingin berhenti di kajian, hasil riset harus segera ditindaklanjuti menjadi aksi nyata,” katanya.
Rektor UMN, Andrey Andoko menyampaikan, UMN siap memperkuat rantai pasok industri kreatif. Upaya ini melalui ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan praktik industri.
“Melalui ekosistem ini, kami memastikan talenta tidak hanya siap kerja. Tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan IP lokal yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia, Daryl Wilson, menekankan industri animasi Indonesia memiliki potensi besar. Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan global, kekuatan IP lokal, serta dominasi talenta muda.
“Kita perlu memperkuat ekosistem agar tidak hanya berbasis jasa, tetapi juga mampu melahirkan IP orisinal. Sinergi antara pemerintah, kampus, dan industri menjadi kunci agar karya Indonesia bisa bersaing di tingkat global,” ucap Daryl.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....