Kementerian Ekraf Dukung Fotografer Indonesia Mendunia

  • 12 Mei 2026 15:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dinilai memiliki banyak talenta fotografi potensial
  • Pemerintah fokus memperluas akses pasar fotografer hingga tingkat internasional
  • Fotografer didorong beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial
  • Pemerintah optimistis subsektor fotografi dapat menjadi unggulan ekonomi kreatif nasional
  • Kementerian Ekraf berkomitmen perkuat industri fotografi nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), menegaskan komitmen mendukung kemajuan industri fotografi nasional hingga mampu bersaing di level global. Hal itu dilakukan melalui penguatan ekosistem kreatif yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, upaya tersebut membutuhkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pegiat ekonomi kreatif. Di antaranya mulai dari fotografer, komunitas, asosiasi, hingga berbagai pemangku kepentingan.

“Kementerian Ekraf melihat fotografi memiliki potensi besar, untuk diangkat menjadi subsektor unggulan ekonomi kreatif meski menghadapi banyak tantangan. Karena itu, kami akan terus mendukung ruang dan kegiatan kolaborasi yang mampu mengakomodasi komunitas, asosiasi, dan para fotografer agar dapat bergerak bersama membangun ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Irene dalam audiensi bersama PT Benih Kreasi Indonesia, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Irene, penguatan fotografi memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi dinilai penting untuk memperluas peluang dan meningkatkan kualitas industri kreatif.

Pemerintah tambahnya, juga mendorong perluasan akses pasar bagi fotografer Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar karya lokal semakin dikenal masyarakat internasional.

“Hal paling penting adalah bagaimana kita memperbesar pasar dan membuka akses yang lebih luas bagi fotografer Indonesia. Pemerintah ingin subsektor fotografi tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di tingkat internasional melalui kolaborasi, promosi, dan penguatan standar profesional,” kata dia.

Selain akses pasar, pemerintah juga menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia kreatif. Perlindungan hak cipta dinilai penting menjaga keberlanjutan industri fotografi nasional.

Founder PT Benih Kreasi Indonesia, Lucia Hartanto menilai, Indonesia memiliki banyak fotografer berbakat. Namun, industri fotografi masih memerlukan dukungan sistem yang lebih kuat.

“Indonesia tidak kekurangan fotografer berbakat, yang dibutuhkan saat ini adalah sistem yang mampu membantu mereka bertumbuh, dikenal, terlindungi, dan memiliki akses terhadap peluang ekonomi lebih luas. Indonesia Photography Summit diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem fotografi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Lucia.

Lucia mengatakan pihaknya menggagas Indonesia Photography Summit sebagai ruang kolaborasi kreatif. Forum itu mempertemukan pemerintah, kreator, komunitas, dan institusi melalui forum diskusi, workshop, bazar, hingga community experience zone.

Pertemuan juga membahas pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Selain itu, para fotografer didorong memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) secara positif dan produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....