Bantuan Pangan Diperpanjang hingga Juni

  • 26 Mei 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah perpanjang bantuan pangan hingga Juni 2026
  • Bapanas percepat distribusi bantuan pangan ke masyarakat
  • Program bantuan pangan bantu stabilkan harga beras dan Minyakita
  • Bulog diminta segera eksekusi bantuan pangan Mei hingga Juni
  • Minyakita disalurkan dalam paket bantuan pangan pemerintah

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperpanjang program bantuan pangan hingga Juni 2026 untuk membantu stabilisasi harga pangan. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga harga minyak goreng Minyakita tetap terkendali di pasaran.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan distribusi bantuan pangan akan dipercepat. Pemerintah juga mendorong penderasan pasokan Minyakita ke masyarakat dan pasar rakyat.

“Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan. Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang diperpanjang sampai Juni,” katanya di Jakarta, Rabu 21 Mei 2026.

Ketut menjelaskan bantuan pangan diyakini dapat membantu mengendalikan harga pangan pokok strategis. Program tersebut sekaligus diharapkan menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng.

“Kami minta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan di posisi Mei sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya,” ucapnya.

Dalam paket bantuan pangan, pemerintah juga menyalurkan minyak goreng Minyakita kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Minyakita sendiri merupakan kewajiban produsen sawit domestik untuk memenuhi pasar dalam negeri sebelum memperoleh izin ekspor.

Ketut mengatakan total Minyakita yang akan disalurkan melalui bantuan pangan mencapai 132,9 ribu kiloliter. Pemerintah berharap distribusi serentak hingga Juni dapat membantu menahan kenaikan harga minyak goreng.

“Karena apa? Minyak goreng yang harus didistribusikan pada bantuan pangan tersebut kurang lebih 132,9 ribu kiloliter,” ucapnya.

Bapanas mencatat realisasi bantuan pangan hingga 20 Mei telah menjangkau 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat. Sebanyak 46,2 ribu kiloliter Minyakita telah tersalurkan kepada masyarakat.

Sementara itu, stok Cadangan Pangan Pemerintah minyak goreng dinilai masih memadai. Bulog tercatat mengelola stok minyak goreng sebesar 89 ribu kiloliter dan ID FOOD sekitar 700 kiloliter.

“Dengan adanya bantuan pangan, sebagian besar masyarakat kita sudah tidak akan membeli minyak goreng, karena bantuannya 4 liter untuk setiap KPM. Jadi ini benar-benar sangat penting sekali,” katanya.

Ketut menambahkan pemerintah juga mendukung penderasan Minyakita ke pasar rakyat di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Penyaluran dilakukan melalui kerja sama Bapanas dan Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra meminta dua program distribusi Minyakita berjalan bersamaan. Program tersebut meliputi bantuan pangan dan pengisian pasokan ke pasar rakyat.

“Pasokannya ke pasar-pasar ini juga sangat penting. Jadi dua program ini harus bisa termanfaatkan pasokannya secara proporsional,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....